Pendidikan Kesehatan | HealthyEnthusiast

You are here: » Pendidikan Kesehatan

Pendidikan Kesehatan

Pendidikan Kesehatan
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)
  1. PENGERTIAN

Pendidikan kesehatan identik dengan penyuluhan kesehatan karena keduanya berorientasi pada perubahan perilaku yang diharapkan yaitu perilaku sehat, sehingga mempunyai kemampuan mengenal masalah kesehatan dirinya, keluarga dan kelompoknya dalam meningkatkan kesehatannya.

Beberapa pengertian pendidikan kesehatan antara lain :

  1. Menurut Asrul Azwar

Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan dengan cara menyebarkan pesan, menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidak saja sadar, tahu dan mengerti, tetapi juga mau dan bias melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan (Azwar, 1996).

  1. Menurut Departemen Kesehatan

Penyuluhan kesehatan adalah gabungan dari sebagian kegiatan dan kesempatan yang berlandaskan prinsip-prinsip belajar untuk mencapai suatu keadaan, dimana individu, keluarga, kelompok atau masyarakat secara keseluruhan ingin hidup sehat, tahu bagaimana caranya dan melakukan apa yang bias dilakukan secara perseorangan maupun kelompok dan meminta pertolongan bila perlu (Effendy, 1998).

 

B.           TUJUAN

Adapun tujuan Pendidkan Kesehatan adalah :

  1. Tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina dan memelihara perilaku sehat dan lingkungan sehat serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
  2. terbentuknya perilaku sehat dan individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang sesuai dengan konsep hidup sehat baik fisik, mental dan social sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.
  3. Menurut WHO tujuan penyuluhan kesehatan adalah untuk merubah perialku perseorangan dan atau masyarakat dalam bidang kesehatan.

(Effendy, 1998)

 

C.          SASARAN

  1. Individu

Individu yang mempunyai masalah keperawatan dan kesehatan, yang dapat dilakukan di rumah sakit, klinik, puskesmas, rumah bersalin, posyandu, keluarga binaan dan masyarakat binaan.

  1. Keluarga

Keluarga binaan yang memiliki masalah kesehatan, dan keperawatan yang tergolong dalam keluarga resiko tinggi, diantaranya adalah anggota keluarga yang menderita penyakit menular, keluarga dengan kondisi social ekonomi dan pendidikan yang rendah, keluarga dengan masalah sanitasi lingkungan yang buruk, keluarga dengan keadaan gizi yang buruk, keluarga dengan jumlah keluarga yang banyak diluar kemampuan kapasitas keluarga.

  1. Kelompok

Kelompok-kelompok khusus yang menjadi sasaran dalam penyuluhan kesehatan adalah kelompok ibu hamil, kelompok yang memiliki balita, kelompok yang memiliki pasangan usia subur dengan resiko tinggi kebidanan, kelompok rawan (poksila, wanita tunasila, remaja terlibat narkoba)

  1. Masyarakat

Masyarakat binaan puskesmas, masyarakat nelayan dan pedesaan

 

D.          HASIL YANG DIHARAPKAN

Terjadinya perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku diri individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk dapat menanamkan prinsip-prinsip hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal.

E.           TEMPAT PENYELENGGARAAN

    1. Didalam institusi pelayanan
    2. Dimasyarakat

 

F.           RUANG LINGKUP

Ruang lingkup pendidkan kesehatan dilihat dari berbagai dimensi antara lain :

  1. Dimensi sasaran
    1. Pendidikan kesehatan individual, dengan sasaran individu
    2. Pendidikan kesehatan kelompok, dengan sasaran kelompok
    3. Pendidikan kesehatan masyarakat, dengan sasaran masyarakat luas

 

  1. Dimensi tempat pelaksanaannya
    1. Pendidikan kesehatan sekolah, dilaksanakan di sekolah dengan sasaran murid
    2. Pendidikan kesehatan di rumah sakit dilakukan di rumah sakit, dengan sasaran pasien atau keluarga pasien, di puskesmas dan sebagainya.
    3. Pendidikan kesehatan ditempat-tempat kerja, dengan sasaran buruh atau karyawan yang bersangkutan.
  2. Dimensi tingkat pelayanan

Pendidikan kesehtan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat pencegahan (five levels of prevention) dari level and Clark sebagai berikut :

  1. a.      Promasi kesehatan (Health Promotion)

Dalam tingkat ini pendidikan kesehatan diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi, kebiasaan hidup, perbaikan sanitasi lingkungan hygiene perseorangan dsb.

  1. b.      Perlindungan khususu (Specific Protection)

Dalam program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus ini pendidikan kesehatan sangat diperlukan di negara-negara berkembang.

  1. Diagnosis dini dan pengobatan segera (Early Diagnosis and Prompt Treatment)

Dikerenakan rendahnya pengetahuan dan kesedaran masyarakat tenteng kesehatan dan penyakit, maka sering masyarakat tidak melanjutkan pengobatannya sampai tuntas. Pengobatan yang tidak layak dansempurna dapat menyebabkan orang tersebut cacat atau ketidak mampuan.

  1. Pembatasan cacat (Disability Limitation)
  2. Rehabilitasi (Rehabilitation)

(Notoatmodjo,2003)

 

G.          PROSES PENDIDIKAN KESEHATAN

Prinsip pokok pendidikan kesehatan adalah proses kegiatan belajar. Didalam kegiatan belajar terdapat tiga persoalan pokok yaitu persoalan masukan (input), proses, dan persoalan keluaran (output) (Notoatmodjo, 2003)

 

H.          MRTODE PENDIDIKAN KESEHATAN

  1. Metode pendidikan individual (Perorangan)

Dalam pendidikan kesehatan, metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik kepada suatu perubahan perilaku atau inovasi.

Bentuk pendekatan ini adalah :

a)      Bimbingan dan penyuluhan (guidance and concling)

b)      Interview (wawancara)

  1. Metode pendidikan kelompok

Bantuk pendekatan ini adalah :

  1. Kelompok besar

Yang dimaksud kelompok besar adalah apabila peserta penyuluhan lebih dari 15 orang. Metode yang baik untuk kelompok besar ini antara lain :

 

¨      Persiapan

Ceramah yang berhasil apabila penceramah itu sendiri menguasai materi dari yang diceramahkan. Untuk itu penceramah harus mempersiapkan diri dengan :

-             Mempelajari materi dengan sistematik yang baik, lebih baik lagi kalau disusun dalam diagram atau skema.

-             Menyiapkan alat-alat bantu pengajaran misalnya : makalah singkat, slide, transparan, sound sistem dan lain-lain.

¨      Pelaksanaan

Kunci dari keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila penceramah tersebut dapat menguasai sasaran ceramah. Untuk dapat menguasai sasaran (dalam arti psikologis), pencerakah dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

-             Sikap dan penampilan yang meyakinkan, tidak boleh bersika ragu-ragu dan gelisah.

-             Suara hendaknya cukup jelas dan keras.

-             Pandangan harus tertuju keseluruh peserta ceramah.

-             Berdiri didepan (dipertengahan), tidak boleh duduk.

-             Menggunakan alat-alat Bantu lihat (AVA) semaksimal mungkin

¨      Seminar

Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar dengan pendidikan menengah ke atas. Seminar adalah suatu penyajian (presentasi) dari suatu ahli atau beberapa ahli. Tentang suatu topik yang dianggap pentimg dan biasanya dianggap hangat dimasyarakat.

  1. Kelompok kecil

Apabila peserta kagiatan Kurang dari 15 orang biasanya kita sebut kelompok kecil. Metode-metode yang cocok untuk kelompok kecil ini antara lain :

  1. a.      Diskusi kelompok

Dalam diskusi kelompok agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam diskusi. Maka formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa sehingga mereka dapat berhadap-hadapan atau saling memandang satu sama lain, misalnya dalam bentuk lingkaran atau segi empat.

  1. b.      Curah pendapat (Brain Storming)

Metode ini merupakan modifikasi metode diskusi kelompok. Prinsip sama dengan metode diskusi kelompok. Bedanya pada permulaannya pimpinan kelompok memancing dengan satu masalah kemudian tiap peserta memberikan jawaban-jawaan atau tanggapan (cara pendapat).

  1. c.       Bola salju (Snow Balling)

Kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan (satu pasang 2 orang). Kemudian dilontarkan suatu pertanyaan atau masalah, setelah Kurang dari 5 menit tiap oang bergabung menjadi satu. Mereka tetap mendiskusikan masalah tersebut, dan mencari kesimpulannya. Kemudian tiap 2 orang pasang yang sudah beranggotakan 4 orang ini bergabung lagi dengan pasangan lainnya dan demikian seterusnya akhirnya terjadi diskusi seluruh kelas.

  1. d.      Kelompok kecil-kecil (Bruzz group)

Kelompok dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil-kecil (buzz group) kemudian dilontarkan suatu permasalahan sama atau tidak dengan kelompok lain dan masing-masing kelompok mendisklarasikan masalah tersebut.. selanjutnya kesimpulan dari setiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya

  1. e.       Role play (Mainkan Peranan)

Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditujnjuk sebagai pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan, misalnya sebagai dokter puskemas, sebagai perawat atau bidan dan sebagainya, sedangkan anggota yang lain sebagai pasien atau anggota masyarakat. Mereka meragakan misalnya bagaimana interaksi atau komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas.

  1. f.        Permainan simulasi (Simulasi Game)

Metode ini adalah merupakan gambaran antara role play dengan diskusi kelompok.

  1. g.      Metode Pendidikan Massa (Public)

Metode pendidikan (pendekatan) massa untuk menglomunikasikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan kepada masyarakat yang sifatnya massa atau public, maka cara yang paling tepat adalah pendekatan massa.

Pendekatan ini biasanya digunakan untuk menggugah “awareness” atau kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi, belum begitu diharapkan sampai dengan perubahan perilaku.

Pada umumnya bentuk pendapatan (cara) massa ini tidak langsung. Biasanya menggunakan atau melalui media massa. Beberapa contoh metode ini, anatara lain

  1. Ceramah umum (public speaking)

Pada acara-acara tertentu, misalnya pada HariKesehatan Nasional.

  1. Diskusi tentang kesehatan melalui media elktronik baik TV maupun radio
  2. simulasi, dialog antar pasien dengan dokter atau kesehatan lainnya tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui TV atau radio.
  3. sinetron kesehatan.
  4. tulisan-tulisan dimajalah atau dikoran baik dalam bentuk artikel atau Tanya jawab atau konsultasi tentang kesehatan.
  5. bill Board, yang dipasang dipinggir jalan, spanduk, poster dan lain sebagainya.

 

 

ALAT BANTU DAN MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN

  1. 1.      ALAT BANTU (PERAGA)
    1. Pengertian

Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidikan dalam menyampaikan bahan pendidikan atau pengajaran. Alat abntu ini lebih  sering disebut “alat peraga”, karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. (N0t0atmodjo, 2003).

Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima  atau ditangkap melalui panca indra. Semakin banyak indra yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian atau pengetahuan yang diperoleh.

Elgar Dale  membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam :

1)      Kata-kata

2)      Tulisan

3)      Rekaman, radio

4)      Film

5)      Televisi

6)      Pameran

7)      Fiel trip

8)      Demonstrasi

9)      Sandiwara

10)  Benda tiruan

11)  Benda asli

  1. Faedah alat bantu pendidikan

Secara terperincifaedah alat Bantu pendidikan antara lain :

1)      Menimbulkan minat sasaran pendidikan.

2)      Mencapai sasaran yang lebih banyak

3)      Membantu mengatasi hambatan bahasa.

4)      Merangsang sasran pendidikan untuk melaksakan pesan-pesan kesehatan

5)      Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat.

6)      Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pasan-pasan yang diterima kepada orang lain.

7)      Mempermudah penyampaian bahan pendidikan atau informasi oleh para pendidik atau pelaku pendidik.

8)      Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan.

9)      Mendorong keinginan orang untuk mengetahui, kemudian lebih mendalai dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik.

10)  Membantu menegakan pengertian yang diperoleh.

 

C.    Macam-macam Alat Bantu Pendidikan

Pada garis besarnya, hanya ada dua macam alat Bantu pendidikan (alat peraga) :

  1. 1.      Alat Bantu lihat (Visual Aids)

Lat ini berguna dalam membantu menstimulasi indra mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. Alat ini ada dua bentuk.

  1. Alat yang diproyeksikan, misalnya slide, film, film strip, dsb.
  2. Alat-alat yangtidak diproyeksikan :

-          Dua dimensi, gambar peta, bagan dsb.

-          Tiga dimensi misalnya : bola dunia, boneka dsb.

  1. 2.      Alat Bantu Dengar (Audio Aids)

Adalah alat yang membantu menstimulasi indra pendengar, pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan atau pengajaran. Misalnya : piringan hitam, radia, pita suara, dsb.

  1. 3.      Alat Bantu Liha-Dengar (Audio Visual Aids)

Misalnya : televisi dan video cassette.

Disamping pembagian tersebut, alat peraga juga dapat dibedakan menjadi dua macam menurut pembuatannya dan penggunannya ada dua macam :

  1. Alat peraga yang Complicated (rumit)
  2. alat peraga yang sederhana, yang mudah dibuat sendiri, dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh seperti : bamboo, karto, kaleng dsb.

Beberapa contoh alat peraga yang sederhana :

  1. Dirumah tangga seperti : leaflet, model buku bergambar, benda-benda yang nyata seperti : buh-buhan, sayur-sayuran.
  2. Dikantor-kantor dan disekolah seperti papan tulis, flpchart, poster, leaflet, buku cerita bergambar, kotak gambar gulung, boneka dsb.
  3. Dimasyarakat misalnya poster, spanduk, leaflet, flannel graph, boneka, wayang dsb.

Cirri-ciri alat peraga yang sederhana :

  1. Mudah dibuat
  2. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan local.
  3. Mencerminkan kebiasaan, kehidupan dan kepercayaan setempat
  4. Ditulis (digambar) dengan sederhana.
  5. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat.
  6. Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat.

 

  1. 2.      MEDIA PENDIDIKAN MASYARAKAT

Yang dimaksud dengan mesia penidikan kesehatan pada hakikatnya adalah alat Bantu pendidikan (AVA). Media pendidikan kesehatan merupakan saluran (channe) untuk menyampaikan informasi kesehatan dan karena alat tersebut digunakan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau kkli.

Berdasarkan fungsinya sebagai penyaluran pesan-pesan kesehatan (media), media ini dibagi menjadi 3, yaitu :

C.    Media Cetak

Media cetak sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan sangat bervariasi antara lain :

1)      Booklet

Adalah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan dalam bentuk buku, baik tulisan maupun gambar.

2)      Leaflet

Adalah bentuk penyampaian informasi ata pesan-pesan kesehatan melalui lembaran yang dilipat. Isi informasi dapat dalam bentuk kalimat maupun gambar atau kombinasi.

3)      Flyer (Selebaran)

Adalah seperti leaflet tetapi, tidak dalam bentuk lipatan.

4)      Flip Chart (lembaran balik)

Adalah media penyampaian pesan atau informasi-informasi kesehatan dalam bentuk lembar balik. Biasanya dalam bentuk buku, dimana tiap lembar (halaman) berisi gambaran peragaan dan baliknya berisi kalimat sebagai pesan atau informasi berkaitan dengan gambar tersebut.

5)      Rubrik

Atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah, mengenai bahasan suatu masalah kesehatan, atau hal-hal yang berkaitan dengan kesehata.

6)      Poster

Adalah bentuk media cetak berisi pesan-pesan atau informasi kesehatan, yang biasanya ditempelkan ditembaok-tembok, ditempat-tempat umum atau dikendaraan umum.

7)      Foto

Sesuatu yang menggungkapkan informasi-informasi kesehatan.

D.    Media Elektronik

Media elektronika sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan atau informasi kesehatan jenisnya berbeda-beda, antara lain :

  1. Televisi
  2. Radio
  3. Video
  4. Slide
  5. Film Strip

 

  1. C.    Media Papan (Bill Board)

Papan (Bill Borard) yang dipasang ditempat-tempat umum dapat dipakai diisi dengan pesan-pesan atau informasi-informasi kesehatan. Media papan ini juga mencakup pesan-pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan umum (bus dan taksi).

 

DAFTAR PUSTAKA

Azwar Azrul, 1996, Administrasi Kesehatan, PT. Binarupa Aksara, Jakarta

Budioro B, 2002, Pengantar Pendidikan (Penyuluhan) Kesehatan Masyarakat, Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang

Effendy Nasrul, 1998, Dasar-dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, EGC, Jakarta

Herawani … (dkk), 2001, Pendidikan Kesehatan Dalam Keperawatan, EGC, Jakarta

Notoatmodjo Soekidjo, 1993, Pengantar Pendidikan dan Perilaku Kesehatan, Andi Offset, Yogyakarta

Notoatmodjo Soekidjo, 2003, Ilmu Kesehatan Masyarakat, PT Bineka Cipta, Jakarta

Incoming search terms:

Posted by 0 Responses
 

Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates..

And then confirm your email subcription

   

No Comment to “Pendidikan Kesehatan”

  1. Comments are closed.
Apr
30
2012