Perawatan Kulit | HealthyEnthusiast

You are here: » Perawatan Kulit

Perawatan Kulit

Perawatan Kulit
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

 MEMPERTAHANKAN KESEHATAN KULIT

      Kulit merupakan bagian atau organ yang paling luas, tidak hanya sebagai pembungkus tetapi juga sebagai struktur yang komplek yang memiliki banyak fungsi, salah satu fungsi yang terpenting adalah sebagai pelindung jaringan-jaringan yang tertutup. Kebiasaan aktifitas perawat mempertahankan garis Intra vena, pergantian balutan, posisi anak di tempat tidur, pergantian popok, pemasangan atau penggunaan bagian-bagian elektroda, atau mempertahankan pengendalian atau memiliki potensi untuk merawat kulit yang luka. Perawatan kulit  dengan melakukan kebiasaan mandi tiap hari merupakan salah satu bagian dari intervensi keperawatan.

Pedoman umum perawatan kulit

-          Bersihkan kulit dengan air hangat biasa. Gunakan sabun halus non alkalin atau pembersih hanya jika diperlukan, seperti untuk menghilangkan feses.

-          Bersikan mata setiap hari, dan juga area oral dan popok atau perianal, dan area dimana terjadi kerusakan kulit.

-          Berikan zat pelembab setelah membersihkan untuk mempertahankan pelembab serta merehidrasikulit; bersihkan dari krim lama sebelum memberikan lapisan baru, kecuali pada area popok

-          Bila mengguanakan minyak safflower, beberapa asam lemak sesensial dapat diabsorpsi untuk tambahan pelembut kulit sebagai pelembab

-          Gunakan matras penghilang tekanan atau pengurang tekanan untuk mencegah area tekanan

-          Gunakan plaster/ perekat minimum. Pada kulit yang sangat sesitif, gunakan pelindung , barier kulit dengan hidrokoloid dan yang berbahan dasar pektin diantara kulit dan plester/ perekat.

-          Gunakan air atau penghilang perekat yang ada (bila kulit tidak rapuh) ketika melepas plester/ perekat.

-          Tempatkan barier kulit hidrokoloid atau yang berbahan dasar pektin langsung diatas kulit yang luka. Jangan sentuh berier tersebut sampai mulai mengelupas. Pada luka yang basah dan merembes, tempatkan sedikit bedak stoma (seperti yang digunakan pada perawatan ostomi) pada sisi tersebut, buang kelebihan bedak, dan berikan berier kulit. Pegang barier pada tempatnya selama beberapa menit untuk memungkinkan barier melunak dan tercetak pada permukan kulit.

-          Ganti penempatan elektrode dan kaji kulit secara seksama dibawah elektrode seditnya setiap 24 jam.

-          Pastikan bahwa jari-jari tangan atau jari kaki dapat terlihat kapan pun ekstremitas digunakan untuk jalur IV atau arterial.

-          Kurangi pergesekan dengan menjaga agar kulit tetap kering (berikan bubuk penyerap seperti tepung pati) dan gunakan linen serta pakaian yang halus dan lembut.

-          Gunakan kain penarik untuk memindahkan anak ditempat tidur atau ke brankar untuk mengurangi pergesekan dan cedera terobek; jangan menari anak dari bawah lengan.

-          Identifikasi anak yang beresiko tinggi terhadap kerusakan kulit sebelum hal ini terjadi. Lakukan tindakan, seperti alat penurun tekanan (penurunan tekanan lebih dari yang biasa terjadi ditempat tidur atau kursi rumah sakit) atau alat penghilang tekanan (mempertahankan tekanan agar tetap rendah yang akan penyababkan penutupan kapiler) untuk mencega kerusakan.

-          Jangan memasase daerah tonjolan tulang yang kemerahan karena dapat penyebabkan kerusakan jaringan dalam; berikan penghilang tekan pada area kulit ini sebagai gantinya.

-          Jaga agar kulit bebas dari kelembaban yang berlebihan (misalnya inkontinensia urin atau fecal, drainase luka, keringat berlebihan).

-          Secar rutin kaji status nutrisi anak. Anak yang puasa selama beberapa hari dan hanya menerima cairan IV dari segi nutrisi beresiko, yang dapat juga mempengaruhi kemampuan kulit untuk mempertahankan integritasnya. Hiperalimentasi harus dipertimbangkan untuk anak ini sebelum mereka mengalami resiko.

Pengkajian kulit

Hal-hal yang perlu dikaji dengan inspeksi dan palpasi:

-          Warna                                : sianosis, ikterik, karotenemia, perubahan-                                                                  perubahan pada melanin.

-          Kelembapan                      : lembab, kering, dan berminyak

-          Suhu                                  : dingin, hangat

-          Mobilitas                           : kemudahan lipatan kulit untuk dapat digerakkan :                                                     menurun pada edema

-          Turgor                               : kecepatan lipatan kulit kembali pada tempat                                                              semula menurun pada dehidrasi

-          Letak anatomisnya            : umum, setempat

-          Susunannya                       : garis, dermatomal, berkelompok

-          Jenisnya                             : makula, papula, bula, tumor

-          Variasi warna kulit            : merah, putih, coklat, lembayung muda

Diagnosa

-          Gangguan integritas kulit berhubungan dengan kerusakan permukaan kulit karena distruksi lapisan kulit

-          Nyeri berhubungan dengan krusakan kulit atau jaringan, pembentukan edema

-          Resiko terhadap infeksi berhubungan dengan tidak adekuatnya perawatan pada kerusakan kulit

-          Gangguan citra tubuh berhubungan dengan kecacatan atau kerusakan kulit

 

  1. B.    MANDI

-           Kecuali jika dikontraindikasikan, mandikan bayi atau anak di tub disamping tempat tidur, ditempat tidur , atau di bathtub standar

-          Jangan pernah meninggalkan bayi atau anak kecil tanpa pengawasan di bathtub

-          Gendong bayi yang tidak dapat duduk sendiri

Tahan kepala bayi dengan aman dengan satu tangan atau genggam lengan bayi yang terjauh dari anda dengan kuatdan sandarkan kepala bayi nyaman di pergelangan

-          Awasi dengan ketat bayi atau anak kecil yang tidak dapat duduk tanpa bantuan

Tempatkan bantalan di dasar tub untuk mencegah bayi atau anak tergelincir dan kehilangan keseimbangan

-          Berikan pilihan pada anak yang lebih besar mandi dengan shower bila ada

-          Gunakan penilaian mengenai jumlah pengawasan yang dibutuhkan anak yang lebih besar.

Anak-anak dengan keterbatasan mental atau fisik separti anemia atau deformitasi kaki, dan anak bunuh diri atau psikotik (yang dapat melakukan bahaya tubuh) memerlukan pengawasan yang ketat

-          Bersihkan telinga, diantara lipatan-lipatan kulit, leher, punggung, dan area genetal dengan hati-hati

Retraksi prepusium genetal anak laki-laki yang tidak di sirkumsisi (biasanya yang berusia dibawah 3 tahun), bersihkan permukaan yang terpapar dan kembalikan posisi preposium. Jangan pernah meretraksi preposium dengan kuat

-          Berikan bantuan lebih besar pada saat mandi dan aspek perawatan  higiene lain pada anak yang sakit atau cacat

Dorong agar mereka melakukan sebanyak mungkin yang dapat mereka lakukan tanpa terlalu banyak menggunakan energi

Perkirakan peningkatan keterlibatan pada perbaikan kekuatan dan ketahanan

Prosedur Memandikan Pada Anak

Tujuan

-          Menjaga kebersihan tubuh

-          Mengurangi resiko infeksi

-          Melancarkan peredaran darah kulit

-          Menjaga kenyamanan klien

Persiapan Alat

-          2 Buah waslap

-          2 Handuk mandi

-          Selimut mandi

-          Sabun dan tempat sabun

-          Peralatan mandi (deodorant, bedak, lotion, cologne)

-          Baju klien

-          Tempat pakaian kotor

-          Handscoon

Cara Kerja

  1. Menilai kemampuan klien untuk beraktivitas, ketidaknyamanan, kemampuan kognitif, dan fungsi rangka dan otot.
  2. Mengulangi perintah untuk tindakan pencegahan khusus sehubungan dengan gerakan atau posisi klien
  3. Menjelaskan prosedur dan meminta saran klien untuk mempersiapkan kebutuhan
  4. Mengatur suhu ruang, menutup pintu dan jendela dan menarik korden kamar
  5. Menyiapkan peralatan
  6. Memandikan klien
  7. Menawarkan ke[ada klien untuk bak dan memberikan pispot, menyiapkan handuk dan waslap.
  8. Mencuci tangan. Jika kulit klien kotor karena cairan tubuh gunakan handscoon. Pastikan klien tidak alergi terhadap karet.
  9. Meminta klien dalam posisi yang nyaman. Dekatkan klien pada perawat
  10. Tempatkan selimut mandi diatas seprai atas dari bawah selimut. Jika memungkinkan klien diminta untuk memegang selimut mandi selama pergantian seprai.
  11. Jika seprai atas masih layak lipat untuk digunakan kembali, jika tidak taruh pada tempat pakaian kotor.
  12. Lepaskan pakaian klien. Jika ekstremitasd terluka atau harus dikurangi gerakannya memulai membuka dari sisi yang tidak mempengaruhi luka.
  13. Isi baskom 2/3 bagian dengan air hangat. Masukan jari klien untuk mengetes suhu
  14. Pindahkan bantal jika dikehendaki dan tinggikan bagian atas tempat tidur 30-45 derajat. Trauh handuk mandi dibawah kepala, taruh ahanduk kedua diatas dada klien
  15. Lipat waslap sekitar jari-jari tangan perawat ke bentuk sarung tangan. Celupkan waslap dalam air dan peras.
  16. Basuh mata klien dengan air hangat dengan hati-hati. Gunakan daerah yang berlainan untuk membasuh masing-masing mata. Basuh dari dalam keluar rendam kulit yang kering dari mata selama 2-3 menit dengan kain lembab sebelum dibersihkan. Keringkan mata dengan lembut.
  17. Tawarkan jika klien menghendaki untuk menggunakan sabun pada wajah. Basahi, cuci dan keringkan dengan benar daerah dahi, pipi, hidung, leher dan telinga.
  18. Pindahkan selimut mandi ketangan klien yang terdekat dengan perawat. Tempatkan handuk mandi memanjang dibawah lengan.
  19. Basuh lengan dengan sabun dan air dengan gerakan dari distal ke proximal.
  20. Cuci dan keringkan tangan dan ketiak sekaligus. Jika klien menggunakan deodorant atau bedak tabor gunakanlah.
  21. Lipat handuk mandi setengah ditaruh samping klien tempatkan baskom diatas handuk, celupkan tangan klien dalam air rendam tangannya sekitar 3-5 menit sebelum mencuci jari-jari tangan dan kuku. Bersihkan baskom dan keringkan tangan.
  22. Naikan sisi tonggak dan gerakan kesisi yang lain dari tempat tidur. Turunkan sisi tonggak dan ulangi langkah diatas untuk lengan yang lain.
  23. Periksa temperature dari air mandi, dang anti air jika perlu
  24. Tutup dada klien dengan handuk mandi, dan lipat selimut diturunkan ke tali pusar. Dengan satu tangan angkat tepi dari handuk jauhakan dari dada dengan ujung tangan, cuci daerah sepanjang dada dengan membasuh.
  25. Tempatkan handuk mandi sepanjang daerah diatas dada dan perut, lipat selimut dan turunkan hanya untuk daerah bagian punggung
  26. Dengan satu tangan angkat handuk mandi dengan sebagian tangan mencuci perut. Beri perhatian penuh saat memndikan tali pusar dan lipatan-liptan perut. Usap dari sisi satu ke sisi yang lain, jaga perut dengan ditutup diantara pencucian dan pembilasan. Keringkan.
  27. Gunakan gaun bersih atau piyama, jika satu dari lengan atau tungkai terluka atau lumpuh selalu mendahulukan untuk memakai pakain pada sisi yang berpengaruh. Langkah ini boleh dilakukan selama penyelesaian dan proses mandi. Dan gaun seharusnya tidak menjadi pakaian yang kotor selama sisa dari proses mandi
  28. Tutup dada dan perut dengan bagian atas dari selimut buka daerah dekat kai dengan melipat selimut terhadap garis tengah. Pastikan lantai pelvis dan syruktur sekitarnya tertutup.
  29. Tekuk kaki klien sampai lutut dengan posisi tangan perawat dibawah kaki klien. Sementara genggam tumit klien angkat kaki dari matras sedikit dan selipkan handuk mandi dibawah sepanjang kaki. Meminta klien untuk tetap memegang kaki tempatkan baskom mandi diatas handuk diatas tempat tidur. Dan amankan posisi ini setelah itu kaki dicuci
  30. Dengan satu tangan sanggah kaki lebih rendah, naikan dan selipkan baskom dibawah kaki yang diangkat pastikan kaki ditempatkan yang benar diatas dari baskom. Biarkan kaki untuk berendam sementara kaki dicuci. Jika klien tidak bis amemegang kaki jangan direndam cara yang lebih mudah cuci dengan kain basah
  31. Kalau terjadi kontra indikasi selama pengusapan benar dari pergelangan kaki sampai lutut dan dari lutut sampai ke paha tidak apa-apa, keringkan.
  32. Bersihkan kaki, pastika jari-jari kaki tercuci potong kuku jika perlu dan keringkan. Jika kulit kering, usapkan lotion dan jangan dipijat karena bekas pijatan akan membuat kulit klien merah
  33. Mengangkat sisi tonggak dan menggerakan kesisi yang alain dari tempat tidur. Turunkan sisi tonggak dan ulangi langkah diatas untuk pergelangan kaki yang lain
  34. Menutupi klien dengan selimut angkat sisi tonggak untuk keselamatan klien dang anti air mandi. Turunkan sisi tonggak Bantu klien untuk memperoleh kemudahan atau alih posisi tempatkan handuk sekitar sisi klien
  35.  Jaga dan kenakan klien dengan menyelipkan selimut diatas bahu dan paha. Cuci , bilas dan keringkan kembali dari sepanjang leher sampai pantat.tetap mengusap, beri perhatiak khusus untuk lipatan-lipatan dari pantat dan anus. Gosoklah dibagian punggung. Ganti air mandi
  36. gunakan sarung tangan yang dapat dibuang dan tidak digunakan setelah itu
  37. Bantu klien dalam mengambil sisi alih atau posisi terlentang tutupi dada, lengan dan tungkai bagian dada dengan handuk bagian lainnya dengan selimut bagian terbuka hanya didaerah kemaluan. Cuci, bilas dan keringkan kerampang. Gunakan air penolak ointment untuk daerah yang terbuka agar lembab
  38.  Taruh sarung tang dalam wadah
  39. Gunakan tambahan lotion atau minyak sesuai keinginan
  40. Bantu klien dalam berpakaian, sisir rambut klien dan pakaikan make up jika perlu
  41. Menidurkan klien
  42. Bersihkan pakaian-pakain linen kotor dan tempatkan diatas kaian linen kotor. Bversihakan dan pindahakan perlengkapan mandi, lampu dan barang miliok klien. Tinggalakan ruang sebersih dan senyaman mungkin.
  43. Cuci tangan
  44. Mendokumentasikan

  1. C.    PERAWATAN RAMBUT

-          Sikat atau sisir rambut anak atau bantu anak dalam perawatan rambut sedikitnya sekali sehari

-          Rapikan rambut anak demi kenyamanan dan dengan cara yang menyenangkan anak dan orang tua

Jangan pernah memotong rambut naak tanpa izin dari oarang tua, meskipun pencukuran untuk mempermudah akses ke vena kulit kepala untuk pemasangan jarum intra vena boleh dilakukan

-          Cuci rambut bayi baru lahir setiap hari sebagai bagian dari mandi jika hal ini termasuk dalamn kebijakan dari institusi

Cuci rambut dan kulit kepala sekali atau dua kali seminggu pada bayi yang lebih besar dan anak-anak

Remaja mungkin perlu sering mengkeramasi rambutnya

-          Keramasi rambut didalam tub ataui dibawah shower atau pindahkan anak ke brankar agar lebih mudah mencapai mastefel atau baskom air

Bila anak tidak dapat di pindahkan , keramasi di tempat tidur dengan perlindungan yang adekuat atau dengan alat-alat yang sudah di atur atau diposisikan secara khusus

-          Gunakan produk ”sampho kering” yang dijual bebas dengan jangka waktu singkat

-          Beri perawatan lambut yang khusus pada anak kulit hitam

Hindari penggunaan sisir yang standart unutk menghiudari rambut patah atau rasa tidak nyaman

Gunakan sisir khusus dengan gigi sisir tidak rapat

Menyisir rambut dalam keadaan basah tidak menyebabkan rambut patah

Ingatkan orang tua untuk membawa sisir (bila mungkin) jika sisir tidak tersedia di rumah sakit

Konsultasikan pada orang tua anak tentang preparasi yang ingin meraka lakukan dan tanyakan apakah mereka dapat menyediakannya

Jagan menggunakan jelly petroleum

Usapkan preparat pada rambut agar lebih mudah diatur

Bila rambut ingin dijalin atau di kepang, kendorkan kepangannya.

Prosedur Perawatan Rambut

1. Menyisir Rambut

Tujuan

-          Rambut tetap bersih, rapid an terpelihara

-          Memberikan perasaan senang pada klien

-          Mencari kemungkinan adanya kutu atau penyakit kulit kepala

-          Mencegah adanya kutu atau penyakit pada kulit kepala

Persiapan alat

Baki berisi ;

-          Sisir

-          Handuk milik rumah sakit

-          Bengkok berisi larutan Lysol 2-3%

-          Potongan kertas tissue dalam tempatnya

-          Bengkok kosong

-          Tali pita atau keret untuk mengikat rambut

Cara kerja

  1. Memberi tahu pasien
  2. Mencuci tangan
  3. Membentangkan haduk dibawah kepala klien kemudian dimiringkan
  4. Membagi rambut menjadi dua bagian
  5. Menyisir rambut mulai dari ujung  sampai pangkal rambut
  6. Rambut panjang diikat ujungnya , demikian juga dengan yang lainnya
  7. Setelah menyisir, sisir dibersihkan dengan tissue, kemudian dimasukan kedalam bengkok yang berisi air Lysol, memasukan tissue kedalam bemngkok yang kosong
  8. Mengguanakan handuk dibawah kepala dan merapikan klien
  9. Membereskan alat-alat dan mengembalikan alat
  10. Mencuci tangan
  11. Mendokumentasikan

  1. 2.      Mencuci Rambut

Tujuan

-          Memberikan perasaan senang dan segar pada klien

-          Rambut tetap bersih dan terpelihara

Persiapan alat

Baki berisi;

-          2 buah sisir

-          2 handuk dan stu waslap

-          Shampoo

-          Alas (handuk dan perlak)

-          Talang karet

-          Kom kecil

-          Bengkok berisi larutan lysos 2-3%

-          Kom sedang berisi deppres dan stuppers

-          Celemek

-          Gayung

-          Ember berisi air hangat

-          Ember kosong k

-          Kain pel

Cara kerja

  1. Memberi tahu pasien
  2. Mendekatkan alat
  3. Mencuci tangan
  4. Memakai celemek
  5. Menidurkan klien seenak mungkin dengan posisi kepala disisi tempat tidur
  6. Memasang perlak dan handuk dibawah kepala klien
  7. Memaqsang talang diarahkan ke ember kosong dan ember diletakan diatas kainpel
  8. Menutup telinga klien dengan stuppers dan menutup mata dengan waslap jika klien mau
  9. Menutup dada dengan handuk sampai leher
  10. Menyisir rambut, dari ujung ke pangkal rambut, setelah itu disiram air hangat dengan menggunakan gayung
  11. Menggosok pangkal rambut dengfan menggunakan deppres yang telah diberi shampoo kemudian diurut dengan ujung jari
  12. Membilas rambut sampai bersih kemudian dikeringkan
  13. Mengangkat tutup telinga dan tutup mata
  14. Mengangkat talang, memasukan kedalam ember kosong
  15. Mengeringkan rambut dengan handuk dibawah kepala
  16. Mengambil handuk dan alas dan diganti dengan bantal yang telah dialasi handuk sambil memposisikan klien
  17. Menyisir rambut klien dengan sisir bersih dan dibiarkan kering
  18. Merapikan klien
  19. Membuka celemek
  20. Membereskan lat
  21. Mencuci tangan
  22. Mendokumentasikan

  1. D.      PERAWATAN MULUT

      Perawatan mulut merupakan suatu perawatan yang sangat penting dan harus selalu dilakukan oleh anak, karena anak tidak menyadari sesuatu yang dia makan apakah bersih atau kotor dan juga yang akan menempel pada gigi anak, itu dapat menyebabkan anak merasa sakit pada giginya, karena itu diperlukan intervensi yang rutin pada anak.

-          Lakukan perawatan mulut untuk bayi dan anak cacat

-          Bantu anak kecil untuk menyikat gigi, meskipun sudah banyak yang mampu melakukannya dengan baik dan dorong anak untuk mau menyikat gigi

-          Ingatkan anak yang lebih besar untuk menyikat dan menflossing gigi

-          Berikan sikat gigi atau pasta gigi untuk anak-anak yang tidak dapat melakukannya sendiri, atau minta orang tua untuk membawanya dari rumah

Prosedur Perawatan Kebersihan Mulut

  1. A.    Menggosok gigi

Tujuan

-          Agar mulut dan gigi tetap sehat, bersih dan tidak berbau

-          Mencegah terjadinya stomatitis, carriesgigi dan karang gigi

-          Memberikan perasaan senang dan segar pada klien

-          Meningkatkan daya tahan tubuh

-          Melaksanakan kebersihan perorangan sebagai salah satu usaha penyuluhan kesehatan

 

Persiapan alat

-          Satu buah baki

-          Handuk atau perlak pengalas satu buah

-          Sikat gigi

-          Pasta gigi

-          Gelas untuk kumur yang berisi air bersih

-          Bengkok atau mengkok besar tempat air kumur klien

-          Beberapa ptong tissue sesuai keperluan

Cara kerja

  1. Memberi tahu klien
  2. Mencuci tangan
  3. Mengatur posisi klien
  4. Membentangkan handuk atau pengalas dibawah dagu klien
  5. Meletakan bengkok dibawah dagu klien untuk menampung air bekas kumur klien
  6. Pada klien yang dapat melakukan sendiri diberi air untuk kumur-kumur
  7. Memberikan sikat gigi pada pasien yang diberi pasta gigi kemudian pasien disuruh menyikat gigi sendiri, jika tidak mampu dilakukan oleh perawat
  8. Setelah itu klien disuruh kumur-kumur dan meletakan sikat gigi kedalam gelas yang kosong
  9. Mengeringkan bibir atau mulut klien dengan tissue
  10. Mengatur posisi klien kembali
  11. Merapikan lat
  12. Mencuci tangan
  13. Mendokumentasikan

  1. B.     Membersihkan mulut

Tujuan

-          Mencegah timbulnya penyakit infeksi baik setempat maupuajn penularan melalui mulut

-          Menghindarkan bau mulut

-          Memberikan perasaan segar dan senang pada klien

-          Melaksanakan kebersihan perorangan

-          Mempeertinggi daya tahan tubuh

Persiapan alat

-          Baki

-          Sudip lidah atau tongue spatel yang ujungnya dibalut dengan kain kasa

-          Lidi kapas beberapa buah

-          Kain kasa secukupnya

-          Pinset anatomis 2 buah

-          Kom kecil berisi cairan antiseptikum

-          Bengkok 2 buah satu berisi larutan Lysol

-          Perlak pengalas

-          Gelas plastic berisi air putih

Cara kerja

  1. Memberi tahu klien
  2. Mencuci tangan
  3. Mengatur posisi klien
  4. Handuk atau perlak pengalas dipasang dibawah dagu klien
  5. Meletakan bengkok dekat pipi klien
  6. Membuka mulut klien, tangan kiri perawat menekan lidah klien dengan sudip lidah
  7. Kemudian mengambil kasin kasa yang sudah diperas dalam larutan antiseptikum
  8. Membersihkan rongga mulut dari dalam keluar
  9. Membersihkan gigi dan lidah
  10. Membersihakan bibir dengan kasa atau deppres
  11. Mengeringkan mulut dengan tissue
  12. Mengatur posisi klien
  13. Merapikan alat
  14. Mencuci tangan
  15. Mendokumentasikan

  1. E.       Pemberian makan pada anak sakit

     Kehilangan selera makan merupakan hal yang biasa pada anak-anak ketika sakit atau pada awal keadaan sakit, demam tinggi dan tanda-tanda lain dari infeksi. Dari sebagian besar kasus pada anak-anak dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan makanan mereka. Sejak menderita sakit akut yang bisanya pendek, keadaan nutrisinya kurang dari kebutuhan  pada kenyaannya makanan pada anak sakit bisa mempercepat mual dan muntah, pada beberapa kasus sering menyebabkan enggan untuk makan sehingga dapat memperlambat masa pemulihan dan dapat menyebabkan kematian. Pemberian makanan bisa juga menjadi salah satu cara untuk dapat menambah kekuatan dan mengontrol anak dalam keadaan sakit. Pada anak-anak kecil kehilangan nafsu makan dapat dihubungkan dengan depresi, perpisahan anak dengan orang tua dan kecenderungan yang karah negatif . kecemasan orang tua terhadap makanan dapat menjadi masalah yang utama. Pemaksaan anak untuk makan hanya dilakukan terhadap tindakan anak yang berontak dan tidakan penguatan sebagai mekanisme kontrol. Orng tua mensupport anaknya selama periode sakit akut. Walaupun itu terbaik untuk meningkatkan nutrisi makanan, keinginan makan da minum anak belum mencukupi nutrisi dan kalorinya. Beberapa makanan yang di perbolehkan meliputi, agar-agar, soup, roti panggang, permen dan krekers. Rata-rata makanan itu tidak mengandung gizi dan makanan itu hanya memberikan kebutuhan cairan dan kalori.

     Kekurangan cairan berbahaya bagi anak ketika demam atau anoreksia, khususnya ketika disertai dengan diare dan muntah. Intake cairan yang adekuat didorong dengan memberikan sejumlah cairan sesuai dengan ukuran dan memberikan makanan yang mengandung garam (yang dapat meningkatkan haus). Jika terjadi diare, cairan tinggi karbohidrat harus dihindari karena dapat memperburuk keadaan dan meningkatkan ketidakseimbangan elektrolit. Peningakatan cairan dapat menyebabkan nafsu makan berkurang, hal itu bisa diatasi dengan bujukan yaitu memberikan makanan yang dia suka. Ketika anak melakukan diet khusus, seperti air putih setelah pembedahan atau selama masa diare, pengkajian utama pada anak adalah intake dan kesiapan anak untuk menerima makanan yang lebih kompleks

-          Digunakan riwayat diet dan gunakan informasi untuk membuat makanan seperti di rumah

-          Anjurkan orang tua atau  anggota keluarga yang lain agar menyegerakan  waktu makan

-          Ajak anak makan di  dalam kelompok, bawa nonambulatori anak untuk makan dan letakkan anak di dalam kursi bundar, tempat tidur stoler

-          Gunakan peralatan yang dikenal oleh anak piring favorit, cangkir, atau botol kecil untuk anak

-          Gunakan waktu makan yang disenangi olh anak, hindari beberapa tindakan sebelum dan sesudah makan, pastikan bahwa anak terbebas dari nyeri

-          Perawat mmpunyai waktu untuk memberikan makan dan mencegah gangguan

-          Pelayanan kecil

-          Bawa makanan dari rumah, khususnya jika makanan dipersiapkan berbeda dari rumah sakit

-          Libatkan anak dalam memilih makanan dan persiapannya jika mungkin

-          Pelayanan porsi kecil

-          Menyediakan makanan pilihan atau makanan yang disukai oleh anak

-          Hindari makanan yang banyak mengandung bumbu

-          Menyediakan minuman pilihan atau minuman yang disukai anak

-          Tawarkan snack yang bernutrisi

-          Buat makanan lebih alternati dan kelihatan beda

-          Puji anak untuk apa yang dimakan

-          Jangan berikan hukuman jika anak tidak mau makan

A. Prosedur pemberian makanan melalui pemasangan selang NGT

Tujuan :

-          Memberikan suplemen cairan nutrisi / maanan ke lambung untuk klien yang tidak dapat menelan

-          Decompresi : mengeluarkan sekret dan gas-gas saluran pencernaan, untuk mencegah terjadinya distensi

-          Lavage :mengirigasi lambung oleh karena perdarahan lambung, keracunan, dan dilatasi lambung.

-          Mengambil cairan lambung untuk analisa laboratorium.

Prinsip :

-          Posisikan kepala klien saat dimasukkan ke faring adalah fleksi.

-          Pastikan selang berada di lambung.

Alat :

-          Selang NGT (ukran sesuai kebutuhan)

-          Kateter tip syringe

-          Jelly

-          Stetoskop

-          Plester perekat

-          Sarung tangan

-          Tissue

-          Piala ginjal

-          Handuk kecil

-          Normal saline (untuk irigasi)

Prosedur pelaksanaan

  1. Mendekatkan alat kesamping klien
  2. Menjelasan tindakan yang akan dilakukan dan tujuannya
  3. Mencuci tangan
  4. Membantu klien pada posisi high fowler
  5. Memasang handuk pada dada klien, meletaan tissue wajah dalam jangkauan klien, mencegah mengotori pakaian klien
  6. Memakai sarung tanga
  7. Untuk menentukan insensi NGT, minta lien untuk rileks dan bernafas normal dengan menutup satu hidung kemudian mengulangi menutup hidung lainnya
  8. Mengukur panjang tube yang akan dimasukkan dengan menggunakan
    1. Metode tradisional , ukur jarak dari puncak hidung ke daun telinga bawah ke prosessusxipoideus di sternum.
    2. Metode hanson, mula-mula tandai 50 cm pada tube, lakukan pengukuran dengan metode tradisional. Selang yang akan dimasukkan pertengahan antar 50 cm dengan tranda tradisional
  9. Beri tanda pada panjang slang yang sudah diukur menggunakan plester.
  10. Memberi teori pada NGT sepanjang 10-20cm.
  11. Mengingatkan klien bahwa selang akan dimasukkan dan instrusikan klien untuk mengatur  posisi kepala extensi, masukkan selang melalui lubang hidung yang telah ditentukan.
  12. Lanjutkan memasukkan selang sepanjang rongga hidung.
  13. Lanjutkan memasang selang sampai melewati nasofaring, setelah melewati nasofaring (3-4cm) .Anjurkan klien untuk menekuk leher dan menelan.
  14. Dorong klien untuk menelan dengan memberikan sedikit air minum.
  15. Tidak memaksakan selang masuk.
  16. Jika telah selesai memasang NGT sampain ujung yang telah ditentukan, anjurkan klien rileks dan bernafas normal.
  17. Periksa letak selang dengan :
    1. Memasang spuit pada ujung NGT, memasang bagian diafragma dengan stetoskop pada perut di kuadran kiri atas kl;ien (gaster),suntikkan udara 10-20 cc bersama dengan auskultasi abdomen.
    2. Aspirasi pelan-pelan untuk mendapatkan isi lambung
    3. Memasukkan ujung luar NGT, kedalam mangkok berisi air.
  18. Oleskan alkohol pada ujug hidung lien sampai kering.
  19. Fiksasi selang dengan plester dan hindari penekanan pada hidung.
  20. Mengevaluasi klien setelah terpasang NGT.
  21. Merapikan alat-alat
  22. Mencuci tangan.
  23. Mendokumentasikan hasil tindakan pada catatan perawatan

B. Prosedur pemberian makan pada pasien anak yang dapat makan sendiri

Tujuan :

Menghidangkan makan dan minuman pada pasien anak tepat pada waktunya dan sesuai dengan kebutuhan atau dietnya

Persiapan alat :

-          Peralatan makan : piring, sendok, garpu, gelas minum, serpt, dan mangkok atau cuci tangan

-          Makan dan minum disiapkan dan dibawa ke tempat pasien

-          Lingkungan disekitar pasien anak dirapikan

  1. Pasien anak yang padat duduk

-          memberi tahu pasien anak

-          membantu pasien anak untuk duduk di tempat tidur atau di kursi

-          pasien anak diberi serbet untuk alas dibawah dagu anak

-          makanan dan minuman dihidangkan pada pasien

-          anak diingatkan untuk cuci tangan dan berdoa sesuai agama/kepercayaannya.

-          Pasien dipersilahkan makan.

b.   Pasien anak yang berbaring

-          Memberitahu pasien

-          Membantu pasien untuk memiringkan tubuhnya.

-          Membentangkan serbet dibawah dagu pasien

-          Makanan dihidangkan, perawat membantu pasien memotong lauk-pauk dan atau menuangkan sayur.

-          Pasien diingatkan untuk cuci tangan dan berdoa menurut agama dan kepercayaannya

-          Pasien dipersilahkan makan

  1. pasien yang tidakdapat makan dan minum sendiri

-          memberitahu pasien

-          mengatur posisi pasien dengan posisi kepala lebih tinggi daripada badan

-          membentangkan serbet dibawah dagu pasien

-          pasien ditawari minum, jika perlu gunakan sedotan

-          beritahu pasien jika makanan panas/dingin, anjurkan untuk mencicipi makanan terlebih dahulu

-          suapkan makanan sedikit demi sedikit untuk menghindari tersedak sambil berkomunikasi dengan pasien

-          setelah selesai makan pasien diberi minum, dilanjutkan dengan pemberian obat.

-          Mulut pasien dan sekitarnya dibersihkan

-          Peralatan dibereskan dan dikembalikan ketempat semula.

  1. F.       MENGONTROL PANAS

      Perawatan suhu badan tinggi tergantung cuaca disebabkan oleh demam, hipertermi, karena suhu yang normal pada hipertermi tapi menuingkat pada demam, perbedaan pendekatan harus digunakan untuk temperatur tubuh rendah. Ini merupakan hal yang biasa bagi anak sakit. Manifestasi yang sering kali tidak dimengerti dan tidak di perhatikan oleh orang tua. Untuk memahami tentang demam digambarkan dengan beberapa istilah

-          Set point          : Seluruh temperatur seperti suhu badan yang diatur oleh                                termatat seperti mekanisme di hipotalamus

-          Demam            : Peningkatan di set poin seperti pada temperatur tubuh                                  dengan level yang tinggi, bisa juga di definisikan                                                  temperatur di atas 38 C

-          Hipertermi       : Situasi dimana suhu tubuh melebihi set point, dimana                                   bisanya merupakan hasil dari tubuh atau kondisi luar yang                   mengakibatkan suhu yang lebih panas dari pada yang bisa                                   ditoleransi oleh tubuh seperti pada keracunan aspirin,                                   trauma, atau hipertiroid

      Temperatur tubuh diatur oleh mekanisme termostat di hipotalamus. Mekanisme ini menerima masukan dari pusat atau tepi lokasi reseptor ketika terjadi perubahan temperatur reseptor ini mengulangi informasi ke termostat, juga meningkatkan atau mengurangi poduksi panas untuk memelihara keseimbangan temperatur set point selama infeksi. Bagaimanapun juga substansi pirogenik menyebabkan peningkatan set point pada tubuh. Proses tersebut diperantarai oleh prostaglandin. Sebagai konsekuensi hipotalamus meningkatkan produksi panas sampai jangkauan inii temperatur set point yang baru.

      Demam alasan utama bagi perawatan demam yaitu menghilangkan ketidaknyamanan; tidak ada tingkatan demam juga membutuhkan perawatan, pengukuran meliputi farmakologik atau intervensi berhubungan dengan lingkungan, sebagian besar intervensi efektif digunakan antipiretik untuk menurunkan suhu

      Obat antipiretik meliputi asetomenofen, aspirin, dan nonsterodal. Obat anti inflamatory (NSAID5) acetaminofen merupakan obat yang lebih baik, aspirin tidak bisa diberikan pada anak-anak karena aspirin digunakan pada anak-anak dengan virus influensa chikenpox dan reyesyndrome. Satu yang bukan resep NSAID, Ibuprofen (Children’s motrin or children’s advil), diakui untuk menurunkan demam pada anak usia 6 bulan, dosis tergantung esensial tingkatan suhu, 5 mg/kg berat badan untuk temperature kurang dari 39,1 C, atau 10 mg/kg untuk temperatur yag lebih tinggi dari 39 C.

      Dosis yang direkomendasikan untuk nyeri yaitu  10 mg/kg setiap 6-8 jam, dan lebih lama dengan dosis yang lebih tinggi. (Simon, 1996). Yang bukan resep ibuprofen (advil, noprin, motrin, IB, modipren) tidak di anjurkan untuk di gunakan pada anak dibawah usia 12 tahun, dan tidak digunakan kalo dibicarakan dengan pelayanan primer. Daftar dosis direkomendasikan dengan dengan asetaminofen, ini mungkin diberikan setiap 4 jam tapi tidak lebih dari 5 kali dalam 24 jam.

      Pada temperatur tubuh menurun dengan normal di malam hari, 3-4 dosis dalam 24 jam biasanya cukup untuk mengontrol sebagian besar demam, temperatur 15 biasanya dalam 30 menit setelah antipiretik diberikan untuk mengkaji efek tapi tidak di ukur berulang-ulang. Tingkat ketidaknyamanan anak merupakan indikasi terbaik untuk perawatan berikutnya.

      Kebanyakan demam pada anak biasanya disebabkan oleh virus, dengan durasi yang relatif singkat dan mempunyai konsekuensi yang terbatas. Dalam peningkatannya kemungkinan demam mempunyai peran dalam perkembangan kekebalan yang bersifat spesifik dan nonspesifik, dan menunjang penyembuhan dan kemempuan bertahan dari infeksi. Bertentangan dengan kepercayaan, dimana peningkatan temperatur bukan merupakan respon dari antiseptik atau etiologi infeksi, tapi dengan melihat nilai yang ada yang menggunakan demam sebagai diagnosa atau alat ukur perjalanan penyakit.

       Hipertermia

      Tidak sama dengan demam, antiseptik tidak mempunyai nilai dalam hipertermi karena set point selalu dalam keadaan normal. Penggunaan dingin pada kulit membantu untuk mengurangi temperatur utama. Darah yang dingin dari permukaan kulit sebagai penghantar untuk ke organ inti dan jaringan, dan darah hangat mengalir ke permukaan, dimana dingin ingin mengalami sirkulasi kembali. Pembuluh darah pada permukaan berdilatasi sebagai usaha tubuh untuk mengalirkan hangat ke lingkungan dan memfasilitasi proses pendinginan.

      Dingin sebagai alat komersil, seperti selimut dingin atau matras dapat membantu mengurangi temperatur tubuh. Mengawasi frekuensi temperatur sangat perlu untuk mencegah penngkatan sehu dingin pada tubuh.

      Secara tradisional kompres dingin sudah digunakan untuk menurunkan temperatur tinggi. Bagaimanapun temperatur partikel air sangat besar pengaruhnya. Untuk air yang hanat-hangat kuku biasanya lebig baik dimulai dengan air hangat dan ditambahkan dengan air dingin sampai suhu air yang diinginkan yaitu 37 C, jika digunakan pada anak biasanya temperatur diturunkan. Umumnya temperatur air hanya dikurangi 1-2 C dari temperatur agar lebih efektif. Anak berada pada bak mandi dengan air tesebut selama 20-30 menit, sedangkan dengan menggunakn waslap ditekan dan diusapkan pelan-pelan pada daerah punggung di tempat tidur atau ditempat tidur yang kecil menggunakan waslap dingin hanya pada area tertentu. Dianjurkan menggunakan handuk.

      Setelah menggunakan handuk badan anak dikeringkan dan dipakaikan baju ditempat yang kering. Waktunya kira-kira 30 menit. Badan anak digosok pelan-pelan pada permukaan kulit untuk merangsang sirkulasi. Proses memandikan tidak harus dilanjutkan atau diulangi lagi sampai permukaan kulit hangat atau jika anak merasa kedinginan. Kedinginan disebabkan oleh vasokontriksi dimana merupakan aplikasi dari dingin. Pada kondisi ini hanyasedikit darah yang dibawa di permukaan kulit. Sisa darah berada pada  daerah viseral

      apakah peningkatan temperatur pada anak yang sakit disebabkan oleh demam atau hipertermi. Metabolisme meningkat 10 % untuk setiap peningkatan 10 C pada temperatur 3-5 C pada saat menggigil. Peningkatan oksigen, cairan dan pengambilan kalori. Jika sistem kardiovaskular dan sistem saraf pada anak sedah siap meningkat ini menimbulkan rsiko yang khusus. Pada semua anak dengan peningkatan suhu perlu diperhatikan hidrasi yang adekuat. Semua kebutukan anak bisa berhasil jika ditambahkan cairan melalui mulut.

Prosedur pemberian kompres panas basah

Tujuan :

-          Memperlancar sirkulasi darah

-          Mengurangi rasa sakit

-          Merangsang peristaltik usus.

-          Memperlancar pengeluaran getah radang (exudat)

-          Memberi rasa nyaman/hangat dan tenang pada pasien

Dilakukan pada :

-          Pasien dengan perut kembung.

-          Pasien yang kedinginan,mis : akibat narkose, karena iklim,dsb.

-          Pasien radang, mis : radang persendian, adnexitis,dsb.

-          Kekejangan otot (spasmus)

-          Adanya abses, hematom.

Persiapan alat-alat :

-           Kom bertutup steril berisi cairan hangat sesuai kebutuhan (40-46 oC)

-           Bak steril berisi pinset 2, kasa beberapa potong dengan ukuran yang sesuai.

-           Perban kasa atau kain segitiga.

-           Plester dan gunting plester.

-          Pengalas.

-          Sarung tangan bersih ditempatnya.

-          Kapas dan wash bensin dalam botol kecil.

-          Bengkok 2 (satu kosong, satu berisi lysol 3%)

persiapan pasien :

pasien diberi penjelasan tentang perasat yang akan dilakukan.

Prosedur :

  1. membawa alat-alat kedepan pasien.
  2. memasang sampiran bila perlu.
  3. membantu pasien pada posisi yang nyaman dan tepat.
  4. mencuci tangan.
  5. memasang pangalas dibawah lutut, anggota yang akan diberi kompres.
  6. memakai sarung tangan.
  7. membuka balutan perban (bila diperban) dan membuang bekas balutan ke dalam bengkok kosong.
  8. mengambil beberapa potong kasa dengan pinset, dari bak steril dan memasukkannya kedalam kom berisi cairan hangat untuk mengompres.
  9. mengambil pinset satu lagi untuk memegang dan memeras kasa kmpres hangat dan kompresan hagat agar kasa tidak terlalu basah.
  10. selanjutnya mengambil kasa direnggangkan/dibentangkan dan diletakkkan diatas area yang membutuhkan kompres hangat.
  11. memperhatikan respon pasien adakah rasa tidak nyaman dan dalam beberap[a detik setelah kasa hangat menempel kulit yang dikompres.
  12. bila pasien mentoleransi kompres hangat tersebut, kasa kompres hangat basah ditutup pada area yang memerlukan kompres lalu dilapisi kasa kering selanjutnya dilapisi perban kasa atau kain segitiga dan difiksasi dengan plester atau diikat.
  13. melakukan perasat ini selama 15-30 menit atau sesuai program terapi dan mengganti balutan kompres hangat setiap 5 menit sekali.
  14. melepas sarung tangan dan dimasukkan pada tempatnya
  15. mengatur posisi pasien kembali nyaman.
  16. memberskan dan membersihkan alat-alat untuk disimpan kembali.
  17. mencuci tangan.
  18.  mendokumentasikan.

Perhatian :

  1. kain kasa harus diganti pada waktunya dan suhu kompres dipertahanan tetap hangat
  2. cairan jangan terlalu panas, hindarkan kulit terbakar (suhu cairan 40-46oC).
  3. kain kompres harus lebih besar dari bagian yang akan dikompres.
  4. untuk kompres hangat basah pada luka terbuka, penderita harus steril. Untuk permukaan tertutup (bengkak,memar) peralatan harus bersih (tidak steril).

Pemberian kompres dingin basah

Tujuan :

-          menurunkan suhu tubuh

-          mencegah peradangan meluas/ terjadinya radang tidak meluas

-          kongesti berkurang

-          perdarahan setempat berkurang

-          rasa sakit setempat berkurang

-          luka menjadi bersih

dilakukan denga pasien :

-          suhu tinggi

-          radang

-          memar

-          batuk atau muntah darah

-          pasca tensilektomi

-          luka tertutup/terbuka

kompres dingin basah menggunakan :

-          larutan obat antiseptik

            PK 1 : 4000

            Rivanol 1 : 1000 sampai 1 : 3000 dsb

            Larutan batadin

-          air biasa atau air es

persiapan alat :

-          Mangkok bertutup steril

-          Cairan yag diperlukan

-          Bak steril berisi : pinset anatomis 2, beberapa potong kain kasa sesuai kebutuhan

-          Pembalut bila perlu

-          Perla kecil dan alas

-          Sampiran bila perlu

persiapan pasien :

pasien diberi penjelasan tentang perasat yang akan dilakukan.

Prosedur

  1. membawa alat-alat kedepan pasien.
  2. memasang sampiran bila perlu.
  3. membantu pasien pada posisi yang nyaman dan tepat.
  4. mencuci tangan.
  5. memasang alas di bawah bagian yang akan dikompres
  6. mengocok obat atau cairan kompres bila ada endapan
  7. menuangkan cairan kedalam mangkok steril
  8. memasukkan kasa ke dalam cairan compres
  9. memeras kain kasa dengan 2 pinset
  10. membentangkan dan meletakkan kasa diatas bagian yang akan dikompres lalu di balut
  11. menutup atau memasang busur selimut bila perlu
  12. merapikan pasien bila prasat sudah selesai
  13. merapikan alat-alat dan menyimpan ketempat semula
  14. mencuci tangan
  15. mendokumentasikan

perhatian

  1. kain kasa harus sering dibasahi agar tetap basah
  2. pada luka kotor kasa diganti setiap 1-2 jam
  3. perhatikan kulit setempat atau sekitarnya bila ada iritasi dilaporkan
  4. pada malam hari, agar kelembapan kompres bertahan lama, ditutup dengan kapas berlemak

  1. G.   Pendidikan keluarga dan home care

      Perawat memiliki kesempatan untuk memberi pandidikan kesehatan kepada keluarga tentang praktek kesehatan-keperawatan ketika terjadi hospitalisasi anak (anak berada di rumah sakit). Walaupun sebagian besar anak memiliki pelajaran (mempelajari) perawatan diri dan hygiene di rumah atau di sekolah, itu tidak cukup. Untuk beberapa balita atau anak kecil, ini merupakan pengalaman pertama mereka untuk menggunakan sikat gigi. Pendidikan kesehatan dapat menyelesaikan masalah ketika anak di rawat di rumah sakit dalam waktu yang singkat. Mandi sehari-hari, mencuci tangan sebelum makan dan setelah bowel dan evakuasi kandung kemih, dan perawatan gigi yang teliti adalah mengajarkan dengan mencontohkan perawatan yang rutin, kebersihan rambut, kuku dan mulut, sama dengan perawatan yang bagus, yaitu menekankan dengan tindakan esensial untuk penampilan yang menarik atau menyenangkan. Penguatan yang positif  dalam praktek hygiene yang baik membantu untuk membentuk body image yang positif, meningkatkan pengembangan harga diri dan mencegah masalah kesehatan (misalnya, Menganjurkan pada wanita untuk membasuh alat genetalianya dari depan ke belakang buang air kecil).

      Walaupun anak sakit, nafsu makan menurun karena makanan di rumah tidak bervariasi, rumah sakit menyediakan banyak kesempatan bagi perawat untuk mengkaji pengetahuan keluarga mengenai nutrisi yang baik dan untuk mengimplementasikan pendidikan dan untuk meningkatkan atau memperbaiki status nutrisi yang diperlukan.

      Pngetahuan orang tua tentang elevasi temperatur merupakan hal yang  esensial, sejak banyak orang tua yang tidak menyadari akan adanya demam, memiliki ketakutan yang tidak realistik tentang bahaya demam, dan kemungkinan hal itu disebabkan karena kelebihan atau kekurangan obat. Bagaimanapun ketika orang tua melaporkan adanya demam, peneliti menunjukkan pengkajian orang tua adalah sungguh akurat (Hooker dkk, 1996).

      Orang tua juga perlu untuk mengetahui indikasi dengan kenaikan temperatur dari hipertensi maupun demam dan mengetahui bahwa air dingin dan alkohol merupakan tindakan atau solusi yang tidak tepat yang dapat mengakibatkan bahaya yang potensial. Sehingga orang tua akan mengetahui bagaimana cara untuk mendapatkan temperatur atau suhu pada anak dan dapat membaca termometer dengan benar.

      jika menggunakan indikasi acetaminiphen  dan ibuprofenn, orang tua memerlukan instruksi dalam pengaturan pemberian obat. Hal ini penting dan ditekankan pada kecermatan tau keakuratan dalam pemberian jumlah obat keduanya, dan interval waktu dalam pengaturan obat. sejak beberapa bentuk acetaminophen tersedia, perawat harus memberikan tipe-tipe atau bentuk pasti dalam penggunaannya dan diskusikan tentang dosisnya. Contohnya terdapat tablet yang memiliki 2 berat atau bentuk (80 dan 160 mg), dan untuk anak yang lebih besar adalah 160 mg.

Incoming search terms:

Posted by 0 Responses
 

Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates..

And then confirm your email subcription

   

No Comment to “Perawatan Kulit”

  1. Comments are closed.
Apr
22
2012