Perdarahan Awal Kehamilan
Pada awal tahun 1993, termasuk kebijaksanaan Dep. Kesehatan RI dalam pelayanan obstetri adalah menurunkan angka kematian maternal dan angka kematian perinatal menjadi prioritas utama. Penyebab utama kematian maternal adalah disebabkan oleh tiga hal yang pokok yaitu perdarahan dalam kehamilan, preeklamsi/eklamsi, dan infeksi. Pada masa sekarang oleh perkembangan bertambahnya jumlah tenaga medis terutama dokter kebidanan yang banyak maka kasus tersebut diatas telah menurun, tetapi kematian ibu akibat perdarahan masih tetap sebagai faktor utama.
Perdarahan sebenarnya dapat terjadi bukan saja pada masa kehamilan tetapi juga masa persalinan maupun masa nifas. Penatalaksanaan dan prognosa kasus perdarahan selama kehamilan, sangat tergantung pada umur kehamilan, banyaknya perdarahan, keadaan dari fetus dan sebab dari perdarahan. Setiap perdarahan dalam kehamilan harus dianggap sebagai keadaan akut berbahaya dan serius dengan resiko tinggi karena dapat menimbulkan kematian ibu dan janin. Sebanyak 20% wanita hamil pernah mengalami perdarahan pada awal kehamilan dan sebagian mengalami abortus. Hal ini akan menimbulkan ketidakberdayaan dari wanita sehingga ditinjau dari suatu kesehatan akan sangat ditanggulangi untuk meningkatkan keberdayaan seorang wanita.
Ada beberapa keadaan yang dapat menimbulkan perdarahan pada awal kehamilan seperti imlantasi ovum, karsinoma servik, abortus, mola hidatidosa, kahamilan ekopik, menstruasi, kehamilan normal, kelainan lokal pada vagina/servik seperti varises, perlukaan, erosi dan polip, semua keadaan ini akan menurunkan keberdayaan seorang wanita.
Definisi
Perdarahan selama kehamilan dapat dianggap sebagai suatu keadaan akut yang dapat membahayakan ibu dan anak, sampai dapat menimbulkan kematian.
Perdarahan pada kehamilan muda adalah perdarahan pervaginam pada kehmilan kurang dari 22 minggu.
Keadaan yang menimbulkan perdarahan
Ada beberapa keadaan yang dapat menimbulkan perdarahan pada awal kehamilan, antara lain:
- 1. Keguguran atau abortus
- 2. Kehamilan Ektopik Terganggu
- 3. Mola Hidatidosa
GAMBARAN KLINIS
Perdarahan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat, akan mengakibatkan volume darah intravaskular berkurang; untuk menjaga aliran darah ke organ-organ vital (otak, jantung, paru), pembuluh darah ke organ usus, uterus, ginjal, otot, kulit meningkat. Perdarahan yang berkepanjangan tanpa penanganan yang baik akan menimbulkan hipoksi pembuluh darah organ-organ. Pembuluh darah yang mengalami hipoksi berubah dari vasokontriksi menjadi vasodilatasi, akibatnya aliran darah intravaskular semakin lambat, sehingga terjadi kegagalan fungsi organ-organ tubuh. Perubahan-perubahan yang terjadi akibat pendarahan ini ditandai dari gambaran klinis berupa syok (hemorrhagic shock). Gambaran klinis syok hemoragis dan hubungannya dengan infus cairan (darah) intravena.
Keguguran atau abortus
Definisi
Istilah abortus dipakai untuk menunjukkan pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. (Sarwono, 2005)
Abortus (aborsi, abortion) adalah berakhirnya kehamilan melalui cara apapun sebelum janin mampu bertahan hidup. ( Cunningham…[et al.] 2005)
Abortus adalah pengeluaran hasil pembuahan (konsepsi) dengan berat badan janin <500 garm atau kehamilan kurang dari 20 minggu
Kategori abortus secera sepontan :
Abortus Iminens
Abortus Iminens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu, dimana hasil konsepsi masih dalam uterus, dan tanpa adanya dilatasi serviks (Sarwono, 2005)
Abortus Insipiens
Abortus insipiens ialah peristiwa perdarahan uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan adanya dilatasi servik uteri yang meningkat, tetapi hasil konsepsi masih dalam uterus.
Abortus inkomplitus
Abortus inkompletus ialah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan masih ada sisa tertinggal dalam uterus.
Abortus Komplit (keguguran lengkap)
Pada abortus komplitus semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.
Missed Abortion
Kematian janin berusia sebelum 20 minggu, tetapi janin mati itu tidak dikeluarkan selama 8 minggu atau lebih.
Abortus habitualis
Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi 3 kali atau lebih yang berturut-turut.(Sarwono, 2005)
Abortus Infeksiosus dan abortus septik
Abortus infeksius adalah abortus yang disertai infeksi pada genetalia, sedang abortus septik adalah abortus infeksius berat disertai penyebaran kuman atau toksin kedalam peredaran darah atau peritonium.
Click here to Download full Article
Incoming search terms:
- perdarahan pervaginam
- pengertian perdarahan pervaginam
- pengertian perdarahan
- perdarahan awal kehamilan
- perdarahan pada kehamilan muda
- Askep perdarahan pervagina
- pendarahan hamil muda
- laporan pendahuluan perdarahan pervaginam
- pendarahan awal kehamilan
- definisi perdarahan
- pendarahan di awal kehamilan
- pengertian pendarahan
- pendarahan pada hamil muda
- askep perdarahan pervaginam
- perdarahan pervaginam pada kehamilan muda
- defenisi perdarahan
- perdarahan pada kehamilan
- pendarahan pada awal kehamilan
- perdarahan hamil muda
- perdarahan kehamilan muda
- makalah perdarahan pervaginam
- pendarahan pervaginam
- perdarahan pervagina
- contoh pendarahan saat hamil muda
- definisi pervaginam
Free Email Newsletter
And then confirm your email subcription

No Comment to “Perdarahan Awal Kehamilan”