Prematur | HealthyEnthusiast

You are here: » Prematur

Prematur

Prematur
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Bayi Baru lahir “Prematur

 

  1. A.          ANATOMI FISIOLOGI
  2. 1.      Vital Statistic
    1. Berat badan bayi baru lahir tergantung dari faktor nutrisi, genetik, dan faktor intrauterin selama kehamilan. Pengelompokan berat badan bayi baru lahir membantu dalam mengidentifikasi risiko terhadap neonatus karena berat badan yang kecil kemungkinan memiliki masa gestasi yang kecil. Bayi matur memiliki berat badan kira-kira 3,4 kg pada perempuan dan 3,5 kg pada laki-laki. Batas berat badan terendah bagi bayi matur adalah 2,5 kg. Bayi dengan berat badan lahir sekitar 4,7 kg harus dicurigai terhadap adanya diabetes militus pada ibunya. Sekitar 75%-90% berat badan bayi merupakan cairan tubuhnya. Bayi akan kehilangan cairan sekitar 5%-10% pada beberapa hari pertama setelah kelahiran. Setelah mengalami kehilangan cairan yang inisial, maka bayi akan mengalami berat badan yang stabil dalam waktu 10 hari. Kemudian akan bertambah sebanyak 6-8 ons/ minggu pada 6 bulan pertama kelahiran.
    2. Panjang badan bayi baru lahir kira-kira 53 cm pada perempuan dan pada bayi laki-laki memiliki panjang badan 54 cm.
    3. Lingkar kepala bayi baru lahir adalah 34-35 cm. Bayi baru lahir dengan lingkar kepala lebih dari 37 cm atau kurang dari 33 cm harus diidentifikasi mengenai adanya kelainan neurologi. Pengukuran lingkar kepala menggunakan pita pengukur yang dilakukan pada tengah-tengah dahi sehingga kepala belakang dapat terukur.
    4. Lingkar dada pada bayi baru lahir adalah 2 cm kurang dari lingkar kepala. Pengukuran dilakukan tepat di atas nipple.
  3. 2.      Tanda Vital
    1. Temperatur

Suhu tubuh bayi baru lahir adalah 37,2° C, suhu tubuh ini dapat menurun dengan cepat karena kehilangan panas. Kehilangan panas pada bayi baru lahir melalui 4 cara, yaitu:

 

 

1)      Konveksi

Adalah kehilangan panas dari permukaan tubuh menuju udara sekitar yang lebih dingin.

2)      Konduksi

Adalah transfer panas pada objek/ benda yang lebih dingin melalui kontak dengan tubuh bayi.

3)      Radiasi

Adalah transfer panas pada objek yang lebih dingin tanpa kontak dengan tubuh bayi.

4)      Evaporasi

Adalah kehilangan panas karena ada penguapan.

Bayi mampu menghemat panas dengan melakukan kontriksi vaskuler. Lemak coklat adalah jaringan khusus yang ditemukan pada bayi matur yang berfungsi memproduksi panas tubuh. Proporsi lemak coklat paling banyak ditemukan pada daerah intraskapula, thorax dan area perineal.

  1. Nadi

Tekanan nadi fetus yang masih dalam kandungan adalah 120-160 bpm. Segera setelah lahir, dimana bayi akan berjuang untuk bernafas, maka denyut jantung menjadi cepat sekitar 180 bpm. Beberapa jam setelah lahir, denyut jantung akan stabil sekitar 120-140 bpm. Denyut jantung pada bayi baru lahir biasanya irregular karena cardio-regulator di medula belum matang. Murmur biasa terjadi akibat penutupan inkomplet pada sirkulasi. Pada saat menangis, denyut jantung menjadi 180 bpm dan pada saat tidur 90-110 bpm.

  1. Pernafasan

Pernafasan pada bayi baru lahir adalah 80 x/menit setelah beberapa menit kehidupan. Setelah aktivitas pernafasan dipertahankan, maka menjadi stabil sekitar 30-60 x/menit dalam keadaan istirahat. Kedalaman rhitme masih irregular dan terjadi apnea yang singkat tanpa sianosis yang disebut pernafasan periodik dan merupakan keadaan normal. Reflek batuk dan bersin pada bayi baru lahir dilakukan untuk membersihkan saluran nafas.

  1. Tekanan Darah

Tekanan darah bayi baru lahir adalah 80/46 mmHg. Setelah 10 hari akan meningkat sekitar 100/50 mmHg. Tekanan darah akan meningkat ketika bayi menangis.

  1. 3.      Fungsi Fisiologis
    1. Sistem Kardiovaskuler

Perubahan pada sistem kardiovaskuler pada bayi baru lahir sangatlah penting karena darah yang teroksigenasi melalui plasenta, maka ketika sudah lahir harus memperoleh oksigen dari paru-paru. Pada saat paru-paru di pompa untuk pertama kali tekanan di dalam dada secara keseluruhan akan menurun dan tekanan pada arteri pulmonal menurun sebagian. Penurunan tekanan pada arteri pulmonalis menyebabkan menutupnya duktus arteriosus, ketika tekanan pada ruang kiri jantung meningkat karena peningkatan volume darah maka foramen ovale menutup yang disebabkan oleh tekanan yang berlawanan dengan struktur katub berfungsinya sirkulasi pada bayi menyebabkan vena umbilicus, arteri umbilicus dan duktus venosus tidak mendapat pasokan darah dan mengalami atropi dalam beberapa minggu.

  1. Sistem Pernafasan

Pernafasan pertama kali pada bayi baru lahir disebabkan oleh adanya kombinasi dari reseptor dingin, tekanan PO2 rendah ( PO2 menurun dari tekanan 80 mmHg menjadi 15 mmHg), dan peningkatan PCO2  ( meningkat menjadi 70 mmHg). Adanya cairan pada paru-paru mempermudah tegangan permukaan dinding alveolar dan memudahkan pernafasan untuk pertama kalinya. Cairan tambahan tersebut akan diabsorbsi dengan segera oleh pembuluh darah paru dan limfatik setelah pernafasan pertama dalam waktu 10 menit bayi akan memiliki volume residual yan baik dan dalam waktu 12 jam maka kapasitas vital terpenuhi. Organ jantung pada bayi baru lahir memiliki ukuran yang lebih besar dari pada orang dewasa sehingga ekspansi paru terbatas.

  1. Sistem Pencernaan

Saluran gastrointestinal pada bayi baru lahir biasanya steril, bakteri akan dikultur dari intestinal dalam waktu 5 jam setelah kelahiran. Bakteri masuk ke saluran pencernaan melalui mulut dan beberapa bakteri tersebut menyebar melalui udara. Bakteri lain mungkin berasal dari secret vagina, tempat tidur di rumah sakit dan kontak saat menyusui. Akumulasi bakteri pada saluran pencernaan penting untuk digesti dan untuk sintesis vitamin K karena ASI yang diberikan pada 1 tahun pertama memiliki kandungan vitamin K yang rendah sehingga sintesis vitamin K sangat diperlukan untuk koagulasi darah walaupun saluran pencernaan memiliki kapasitas 60-90 ml tapi bayi memiliki kemampuan terbatas utuk mencerna lemak dan pati karena defisiensi enzim pankreas, limpase dan amylase pada beberapa bulan pertama kehidupan. Bayi baru lahir akan mengeluarkan mekonium melalui anus dalam waktu 24 jam yang berwarna hijau kehitaman, lengket, berbau yang berasal dari mucus, vernikkaseosa, lanugo, hormon dari ibu dan karbohidrat selama kehidupan intra uteri. Setelah 2 atau 3 hari kehidupan, BAB bayi akan berubah warna menjadi hijau yang disebut transisionalstool, setelah 4 hari maka akan menjadi kuning muda dan berbau asam laktat karena mengkonsumsi ASI.

  1. Sistem Urinaria

Pengosongan kandung kemih pada bayi baru lahir terjadi dalam waktu 24 jam. Adanya obstruksi saluran perkemihan dapat diobservasi melalui pancaran urin, pada bayi perempuan memiliki pancaran yang kuat dan pada bayi laki-laki memiliki pancaran yang kecil. Ginjal pada bayi baru lahir tidak mampu memekatkan urin dengan baik sehingga warna urin agak pucat dan sedikit berbau. Jumlah urin yang pertama pada bayi baru lahir adalah 15 ml dengan berat jenis 1,008-1,010 dalam 1 minggu volume total harian urin adalah 300 ml yang berwarna merah muda karena adanya kristal asam yang dibentuk pada kandung kemih selama dalam kandungan.

  1. Sistem Autoimun

Bayi baru lahir sangat sulit untuk membentuk anti bodi untuk melawan antigen pada 2 bulan pertama kehidupan. Karena alasan tersebut imunisasi untuk melawan penyakit anak, tidak diberikan pada bayi yang lebih muda 2 bulan.

 

  1. B.           DEFINISI

Bayi berat badan rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir yang berat badan lahirnya pada saat kelahiran kurang dari 2.500 gram sampai dengan 2,499 gram. Bayi baru lahir berat badannya kurang atau sama dengan 2.500 gram disebut bayi prematur.

Bayi prematur adalah bayi yang lahir dengan masa gestasi kurang dari 37 minggu atau 259 hari. Berat badan masa gestasinya itu, yakni antara 1000 sampai 2500 gram.

         (Banjarmasin Post. 2003)

Bayi Prematur adalah bayi yang lahir belum cukup bulan. Berdasarkan kesepakatan WHO, belum cukup bulan ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu:

Kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 37 minggu.

Sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 34 minggu

Amat sangat kurang bulan adalah bayi yang lahir pada usia kurang dari 28 minggu

(Martono, Hari. 2007)

Prematur adalah kelahiran bayi pada saat masa kehamilan kurang dari 259 hari dihitung dari hari terakhir haid/ menstruasi. (Hasuki, Irfan. 2007).

Bayi-bayi yang lahir dengan berat badan di bawah 2.500 gram, ada yang mengkategorikannya sebagai bayi prematur.

Prematuritas murni adalah masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasi itu. ( Hassan, Rusepno. 2005) 

Berdasarkan atas timbulnya bermacam–macam problematik pada derajat prematuritas maka Usher (1975) menggolongkan bayi tersebut dalam tiga kelompok :

  1. Extremely premature (bayi yang sangat prematur) 24-30 minggu

Bayi dengan masa gestasi 24-27 minggu masih sangat sukar hidup terutama dinegara yang belum berkembang atau sedang berkembang. Bayi dengan masa gestasi 28-30 minggu masih sangat mungkin untuk hidup dengan perawatan yang sangat intensif (perawat yang sangat terlatih dan menggunakan alat-alat yang canggih) agar dapat dicapai hasil yang optimum.

  1. Moderately premature (bayi pada derajat prematur sedang) 31-36 minggu

Pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama dan gejala sisa yang dihadapinya dikemudian hari juga lebih ringan, asal saja pengelolaan terhadap bayi ini betul-betul intensif.

  1. Borderline premature : masa gestasi 37-38 minggu

Bayi ini mempunyai sifat-sifat prematur dan matur. Biasanya beratnya seperti bayi matur dan dikelola seperti bayi matur, akan tetapi sering timbul problematik seperti yang dialami bayi prematur, misalnya sindroma gangguan pernafasan, hiperbilirubinemia, daya isap yang lemah sehingga bayi ini dapat diawasi dengan seksama (Wiknjosastro, Hanifa. 2003).

  1. C.          ETIOLOGI

Penyebab terjadinya kelahiran prematur biasanya tidak diketahui 15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kelahiran ganda (didalam rahim terdapat lebih dari satu janin). Di negeri maju angka kejadian kelahiran bayi prematur ialah sekitar 6%-7%, sedangkan di negeri yang sedang berkembang angka kematian ini lebih kurang 3x lipat.

Faktor resiko yang mungkin berperan dalam terjadinya persalinan prematur adalah:

  1. Faktor ibu

Usia ibu kurang dari 18 tahun ( kehamilan usia muda )

Angka kejadian prematuritas tertinggi ialah pada usia ibu di bawah 20 tahun dan pada multigravida yang jarak antar kelahirannya terlalu dekat. Kejadian terendah ialah pada usia ibu antara 26-35 tahun.

Usia ibu yang sangat muda saat hamil bisa juga memicu kelahiran prematur. Sebab biasanya hal tersebut menyebabkan perawatan kehamilan yang kurang sempurna

Perokok, mengkonsumsi alkohol, konsumsi makanan, penyalahgunaan obat.

Keadaan sosial ekonomi ( keadaan gizi yang buruk)

Keadaan ini sangat berperan terhadap timbulnya prematuritas. Kejadian tertinggi terdapat pada golongan sosial ekonomi yang rendah. Hal ini di sebabkan oleh keadaan gizi yang kurang baik dan pengawasan antenatal yang kurang.

Demikian pula kejadian prematuritas pada bayi yang lahir dari perkawinan yang tidak sah ternyata lebih tinggi bila dibandingkan dengan bayi yang lahir dari perkawinan yang sah.

Stress

Ibu pernah mengalami keguguran (abortus) atau melahirkan bayi prematur pada riwayat kehamilan sebelumnya (Hassan, Delina. 2006).

Kelainan anatomi pada rahim atau leher rahim

Lemahnya bagian bawah rahim atau di sekitar mulut rahim (serviks) sehingga rahim akan terbuka sebelum usia kehamilan mencapai 38 minggu (Hassan, Delina. 2006).

 

 

Faktor uterus

Bisa juga karena kelainan bentuk rahim, misalnya uterus lebih berbentuk seperti hati dan bukan seperti buah pear, atau uterus terpisah menjadi dua ruang (Uterus Bifidus).

Polyhydramnion (cairan ketuban melebihi jumlah normal).

Polyhydramnion menyebabkan tekanan yang kuat pada dinding rahim sehingga terjadi kelahiran prematur.

Ketuban pecah sebelum waktunya

Adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih yang tidak diobati

Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur

Paritas yang banyak

  1. Faktor janin

Kehamilan ganda

Hidramnion

  1. Keadaan plasenta

Pada keadaan ini plasenta terlepas sebelum saatnya (Solutio Placentae) dan karena plasenta terletak lebih rendah dari mulut rahim atau menutupi mulut rahim (Placentae Previae). (Hassan, Delina. 2006).

 

 

  1. D.          KARAKTERISTIK KLINIK

Berat badan kurang dari 2500 gram

Panjang badan kurang atau sama dengan 45 cm dan lingkar dada kurang dari 30 cm

Lingkar kepala kurang dari 33 cm, kepala relatif lebih besar dari pada badannya

Masa gestasi kurang dari 37 minggu

Kulit tipis dan transparan, lanugo banyak, lemak subkutan kurang sehingga kulit tampak keriput

Osifikasi tengkorak sedikit, ubun-ubun dan sutura lebar

Pembuluh darah kulit banyak terlihat dan peristaltik usus dapat terlihat

Rambut tipis, halus  dan teranyam sehingga sulit terlihat satu persatu

Tulang rawan dan daun telinga belum cukup, sehinga elastisitas daun telinga masih kurang.

 

Jaringan mamae belum sempurna demikian pula putting susu belum terbentuk dengan baik

Bayi kecil, posisinya masih posisi fetal, yaitu posisi dekubitus lateral, pergerakannya kurang dan masih lemah

Bayi lebih banyak tidur daripada bangun, tangisannya lemah, pernafasan tidak teratur dan sering terdapat serangan apnea

Otot masih hipotonik, sehingga sikap selalu dalam keadaan kedua tungkai abduksi, sendi lutut dan sendi kaki dalam fleksi dan kepala menghadap ke satu jurusan. Tonic neck reflek biasanya lemah, reflek moro dapat positif, reflek menghisap dan menelan belum sempurna demikian pula reflek batuk

Bila bayi lapar biasanya menangis, gelisah, aktifitas bertambah. Bila dalam waku 3 hari tanda kelaparan ini tidak terdapat, kemungkinan besar bayi menderita infeksi atau perdarahan intrakranial.

Seringkali terdapat edema pada anggota gerak, yang menjadi lebih nyata sesudah 24-48 jam. Kulitnya tampak mengkilat dan licin serta terdapat pitting edema. Edema ini seringkali berhubungan dengan perdarahan antepartum, diabetes militus dan toksemia gravidarum

Frekuensi pernafasan bervariasi sangat luas terutama pada hari-hari pertama. Walaupun demikian bila frekuensi pernafasan terus meningkat atau selalu di atas 60 x/menit, harus waspada akan kemungkinan terjadinya penyakit membran hialin (sindrom gangguan pernafasan idiopatik) atau gangguan pernafasan karena sebab lain. Dalam hal ini penting sekali melakukan pemeriksaan radiologis toraks.

Kantung zakar (desensus testikulorum) belum sempurna/ lebih kecil dan lipatannya sedikit (anak laki-laki)

Labia mayora belum menutupi labia minora (anak perempuan)

 

  1. E.           PATOFISIOLOGI

Penyebab terjadinya kelahiran bayi prematur belum diketahui secara jelas. Data statistik menunjukkan bahwa bayi lahir prematur terjadi pada ibu yang memiliki sosial ekonomi rendah. Kejadian ini dihubungkan dengan kurangnya perawatan pada ibu hamil karena tidak melakukan antenatal care selama kehamilan. Asupan nutrisi yang tidak adekuat selama kehamilan, infeksi pada uterus dan komplikasi obstetric yang lain merupakan pencetus kelahiran bayi prematur. Ibu hamil dengan usia yang masih muda, mempunyai kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol juga menyebabkan terjadinya bayi prematur. Faktor tersebut bisa menyebabkan terganggunya fungsi plasenta sehingga fungsi plasenta menurun dan memaksa bayi untuk keluar sebelum waktunya. Karena bayi lahir sebelum masa gestasi yang cukup maka organ tubuh bayi belum matur sehingga bayi lahir prematur memerlukan perawatan yang sangat khusus untuk memungkinkan bayi beradaptasi dengan lingkungan luar.


Click to Download Full Article

 

 

 

Incoming search terms:

Posted by 0 Responses
 

Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates..

And then confirm your email subcription

   

No Comment to “Prematur”

  1. Comments are closed.
Apr
19
2012