Sepsis dan Sepsis Syok | HealthyEnthusiast

You are here: » Sepsis dan Sepsis Syok

Sepsis dan Sepsis Syok

Sepsis dan Sepsis Syok
0 votes, 0.00 avg. rating (0% score)

Definisi Sepsis:

Pada jaman pra antimikroba sepsis adalah syndroma klinik yang disertai adanya microorganisme dalam darah.Tetapi sesudah era antimikroba definisi sepsis adalah SIRS (Syndrom Inflamatory Respon Syndrom ) dengan suspek infeksi,sebab dengan penggunaan anti mikroba.

Penderita sepsis sangat jarang ditemukan adanya mikroorganisme didalam darahnya.

Definisi sepsis oleh Bone adalah suatu syndrom yang toksik dan sistemik hasil dari produk agen infeksi dalam darah. Mannifestasi klinik sepsis merupakan dari hasil respon tubuh yang berlebihan terhadap produk  Infeksi bakteri (Thijs 1998 ).

Berdasarkan keadaan tersebut diatas maka definisi sepsis adalah sindroma klinik berupa respon sistemik dengan gejala klinik berupa :

  • Hipertermi atau hipotermi ( suhu badan  38,3 C  atau 35 C )
  • Takhipneu respirasi > 20 x/mnt   dengan PCO2 < 32
  • Takicardi > 100 x/mnt
  • Leukositosis >  12000 /mm3 disertai dengan ada atau tidaknya invasi kuman bakteri ke dalam darah.
  • Lecopenia  : < 4000/mm3

Diagnosa : Bila terdapat dua/2 atau lebih dari gejala diatas ( HR dan RR ).

Respon sistemik ini dapat juga disebabkan oleh non infeksi seperti trauma,anafilaksi,vaskulitis,Pankreatitis, disebut Non Infection Sepsic atau Systemic Inflamatory Respon Syndrome/SIRS.

 

Definisi Syock Sepsis;

  1. Syock adalah istilah umum yang dipergunakan untuk menggambarkan sirkulasi atau

Ferfusion yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme didalam jaringan.

  1. Syock Sepsis adalah syock yang terjadi pada sepsis yang diakibatkan oleh serangkaian

Peristiwa hemodinamik dan metabolik yang dicetuskan mikroorganisme dan sistem pertahanan tubuh.

 

MANIFESTASI KLINIK

Penderita sepsis ,toxin mempunyai efek terhadap faktor XII ,sel endotel,monosit-makrofag ,neotrofil,dan sistem komplemen yang mengakibatkan terjadinya syock sepstik.Kerusakan endotel akan menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler dan cenderung memacu terjadinya Kegagalan Multi Organ ( KMO ).

Manifestasi dan respon klinik yang terjadi pada syock sepsis sebagai berikut :

1)    Kardiovaskuler :

Terjadi vasodilatasi pembuluh darah tepi,intravaskuler hipovolemia,penurunan kontraksi miocard,akibatnya terjadi gangguan ferfusi jaringan.Gangguan ferfusi ditunjukkan adanya peningkaytan asam laktat dalam darah .Peningkatan permiabilitas ,kerusakan dinding kapiler,hipotensi yang memacu kegagalan multi organ( MOF ).

2)   Paru-paru :

Terjadi syndrom kegagalanpernafasan akut (ARDS ) disertai kelelahan kontraksi otot pernafasan ,kerusakan pertukaran gas – hipoksia.

3)   Ginjal :

Akibat hipotensi dan ferfusi ginjal abnormal maka akan terjadi kerusakan epitel yang menyebabkan gagal ginjal akut.

4)   Otak :

Stadium awal biasanya masih sadar,selanjutnya dapat terjadi kekaburan mental,delirium,kesadaran menurun sampai terjadi koma.

5)   Gastrointestinal :

Terjadi ulcus ( strees ulcer ) dan perdarahan.

6)   Respon Hemostatik ;

Terganggunya komponen darah ,aktifasi sistemik koagulasi dan aktifasi dini hambatan fibrinolisis . menyebabkan koagulasi intra vaskuler yang menyeluruh (DIC ).

DIC  sangat mendukung terjadinya MODS ( Multi Organ Dysfungtion Syndrome ) kemudian terjadi MOF ( Multi Organ Failury )

7)   Respon metabolik :

Adalah hiperdinamik dengan tujuan peningkatan cardiac output ,konsumsi oksigen,keton body,lactat,glukosa darah,kehilangan protein akibat proeolitik dan katabolisme jaringan tubuh.( anaerob metabolik ) metabolik asidosis .

 

PATOFISIOLOGI

Terjadinya syock pada sepsis yaitu:

 

 

PENGELOLAAN

Pengelolaan life support pada prinsipnya:

1. Penilaian awal.

2. Resusitasi gangguan fungsi otak.

3. Oksigenasi adekuat untuk memenuhi kebutuhan aaoksigen.

4. Peningkatanvolumesirkulasi.

5. Penegakan dan menghilangkan penyakit dasar penyebab.

 

TINDAKAN

  1. Monitoring.

ü  Fisik ; EKG,Tanda-tanda vital, CVP,Produksi urine/balance cairan,tingkat kesadaran,MAP ( Mean Arterial Presure ).

Rumus  MAP  :  TD sistol   +   2 (TD diastol )

3

ü   Laboratorium : Analisa Gas Darah,elektrolit,darah rutin,GDS,Ureum, Creatinin ,albumin,faal hati, kultur sensitifitas ,Coagulation study.

  1. Resusitasi Respirasi.

Oksigen dan ventilasi adekuat untuk mengatasi hipoksia.Oksigen dengan simple mask O2 8 lt/mnt.Bila perlu intubasi dengan CPAP ( Jeksion Rees ).

Kalau perlu dengan ventilator mode SIMV, SIMV+PS,Control.

  1. Pengelolaan hemodinamik.

Perbaikan volume darah ,dengan tujuan mengoptimalkan kardiac output tanpa meningkatkan resiko odema pulmo,dapat diberikan cairan koloid dan kristaloid.

Pembrian cairan dan obat-obatan  ( Dopamin,Dobutamin,dll ) harus secara teliti dengan pemantauan  MAP  & CVP.

  1. Dialise dilakukan bila ada indikasi .

Indikasi klinis  :koma uremikum,odema pulmo,asidosis,gagal jantung kiri,uremic blooding.

Indikasi biokemis : Hiperkalemia ( K  > 7 meq/l ) ,ureum  > 150 mg% , creatinin > 8mg%

  1. Metabolik.

Koreksi terhadap asidosis: biasanya menyertai sepsis berat – syock sepsis.

Sodium bikarbonat dapat diberikan pada asidosis bert saja.

DOSIS ;1/6 X BB (kg ) X  BE  mEq/l  dan diberikan 50 %  bolus IV   &  50 %  drip.

  1. Pengelolaan nutrisi .

Proses metabolisme tergantung dari penyediaan oksigen dan nutrien yang didistribusikan ke jaringan.Pasien dengan sepsis berat-syock sepsis terjadi hipermetabolisme dan hiperkatabolisme.Terjadinya katabolisme menimbulkan hipoalbumin,penurunan daya tahan tubuh,penyembuhan luka terlambat ,sehingga mutlak harus cukup penyediaan oksigen dan nutrisi.

Cara pemberian nutrisi :

  • Nutrisi Enteral merupakan cara yang paling fisiologis dan efektif,baik secara langsung maupun NGT.
  • Nutrisi Parentral ; enteral tidak efektif ,atau kombinasi enteral parentral.
  • Bahan yang diberikan ; nutrisi sebaiknya mengandung karbohidrat,asam amino,mineral,vitamin dan lemak.
  1. Terapi medis.

Pemberian antibiotika tergantung suspek infeksi ,hemodinamic supoort,kardiotonika,corticosteroid,cairan infus ,nutrisi parentral.

 

ASUHAN KEPERAWATAN

A.Pengkajian

1.  Aktifitas dan istirahat

2.  Sirkulasi dan pernafasan

3.  Neurosensasi

4.  Konsumsi makanan dan cairan.

5.  Eliminasi

6.  Kenyamanan

7.  Data penunjang.

 

B.Diagnosa,Tujuan dan Intervensi.

1. Tidak efektifnya perfusi jaringan b/d vasodilatasi ,penurunan curah jantung dan defisit volume cairan.

Tujuan:

Perfusi jaringan adekuat.

Intervensi :

  • Observasi status cardiovascuker :frekuensi denyut jantung ,irama.
  • Observasi status hemodinamik : vital sigh,CVP.
  • Pantau intake output dan balance cairan.
  • Kaji warna kulit ,suhu,sianosis, capilary refill.
  • Pantau asidosis dan koreksi ketidakseimbangan
  • Kolaborasi medis : pemberian cairan dan obat-obatan.
  1. Gangguan pertukaran gas b/d  odema pulmo, ARDS, peningkatan sekresi

Tujuan :

Pertukaran gas efektif

Intervensi :

  • Pantau fungsi paru dalam upaya bernafas
  • Kaji tanda distres pernafasan ( frekuensi, irama, sianosis, bunyi nafas, berkeringat)
  • Pantau status oksigenasi ( SaO2 ) dan irama jantung
  • Pantau kadar haemoglobin
  • Pertahankan jalan nafas adequat ( posisi kepala, isap lendir, orofaringeal tube, naso faringeal tube, ETT, trakeostomy )
  • Berikan oksigen yang adequat ( nasal mask, juction ress, ventilator )
  • Pantau analisa gas darah dan koreksi ketidakseimbangan
  1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan tubuh mempertahankan status nutrisi, respon sepsis – syok, sakit yang berat ( metabolisme anaerob )

Tujuan :

Kebutuhan nutrisi terpenuhi

Intervensi :

  • § Evaluasi status nutrisi
  • § Timbang berat badan setiap hari ( bila memungkinkan )
  • § Kaji kebutuhan nutrisi klien
    • Pantau parameter nutrisi : albumin, elektrolit, gula darah, ureum, kreatinin dll dan koreksi terhadap ketidakseimbangan
    • § Berikan nutrisi enteral : oral, NGT dan nutrisi parenteral sesuai program
  1. Defisit volume cairan b.d haemoragia, peremesan darah

Tujuan :

Mempertahankan keseimbangan volume cairan yang adequat

Intervensi :

  • Monitoring haemodinamik : tanda vital ( T, N, S, P ), CVP, MAP
  • Pantau tanda-tanda defisit cairan : Turgor kulit, kelembaban, keringat dll
  • Pantau kemampuan / kecukupan intake cairan
  • Pantau produksi urine dan output cairan lainnya
  • Berikan cairan sesuai program / kebutuhan ( enteral, parenteral )
  1. Risiko terhadap kerusakan integritas kulit b.d penurunan perfusi jaringan, odema, syok, hemoragia

Tujuan :

Integritas kulit dapat dipertahankan

Intervensi :

  • Lakukan personal hygiene : mandi, oral hygiene dll
  • Cegah tekanan dengan kasur anti dekubitus
  • Lakukan alih baring tiap 2 jam
  • Masage area yang tertekan
  • Hindari efek membekas dari linen
  1. Risiko terhadap ansiektas b.d penyakit kritis, takut kematian, perubahan peran sosial

Tujuan :

Pasien mampu mengekpresikan ansiektas pada orang yang tepat / dapat dipercaya

Intervensi :

  • Kaji tingkat kecemasan klien
  • Kaji bentuk komunikasi yang dapat dilakukan
  • Berikan lingkungan / situasi yang mendukung diskusi
  • Sediakan waktu mengekspresikan dirinya
  • Validasi pengetahuan klien dan keluarga
  • Buat komunikasi yang efektif pada pasien yang mengguanakan ventilator: catatan / tulisan
  • Dorong komunikasi dengan keluarga, perawat, dokter
  • Libatkan peran rohaniawan
  1. PK : Anemia, DIC, Syok septik

Tujuan :

Anemia, DIC dan syok septik teratasi / terkontrol

Intervensi :

  • Minimalkan kerja jantung dengan bedrest total
  • Pantau tanda perdarahan : Perdarahan gusi, luka bekas tindakan invasif, lambung, perdarahan traktus urinari, melena dl
  • Minimalkan tindakan invasif
  • Pantau tanda-tanda syok
  • Kolaborasi terapy medis : transfusi, cairan, nutrisi, antibiotika, laborat dll

 

 

  KESIMPULAN

Sepsis – syok septik dengan berbagai penyebab dan akibatnya akan menimbulkan masalah bagi klien dan lingkungannya sehingga memerlukan asuhan keperawatan intensive dan komprehensif. Perawatan yang komprehensif akan selalu mempertahankan aspek bio-psiko-sosial-spiritual yang terintegrasi sejak terjadinya gangguan sampai antisipasi keadaan yang akan datang.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada sepsis-syok septik :

  1. Monitoring fungsi vital harus dilakukan secara ketat dan tepat
  2. Resusitasi respirasi, kardiovaskuler, hemodinamik, nutrisi harus segera dilakukan untuk mencegah dalam keadaan yang ireversible
  3. Dorongan psikologis / bimbingan rohani sangat dibutuhkan baik bagi klien maupun keluarga
  4. Informasi / pendidikan kesehatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup
  5. Sumber daya manusia yang melaksanakan asuhan keperawatan harus mempunyai kemampuan edan moralitas pelayanan yang tinggi.

 

 

TEAM ICU

Incoming search terms:

Posted by 0 Responses
 

Free Email Newsletter

Stay Updates with this Blog. Get Free email newsletter updates..

And then confirm your email subcription

   

No Comment to “Sepsis dan Sepsis Syok”

  1. Comments are closed.
Apr
22
2012